Definisi :
Mitos (bahasa Yunani: μῦθος— mythos) atau mite
(bahasa Belanda: mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan
kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta
dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi
oleh yang empunya cerita atau penganutnya.
Mengapa Mitos dipercaya ?
Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia,
bentuk khas binatang, bentuk topografi , petualangan para dewa, kisah
hidup para dewa dan sebagainya. Mitos sangat berpengaruh pada kehidupan
masyarakat, khususnya masyarakat tradisional yang masih sangat kental
budaya kedaerahannya. Mereka kebanyakan mengabaikan logika dan lebih
mempercayai hal-hal yang sudah turun temurun dari nenek moyang. Pada
dasarnya, mitos orang zaman dahulu memiliki tujuan yang baik untuk
kelangsungan hidup keturunannya. Tetapi mereka cenderung menggunakan
cara yang keras atau lebih tepatnya tidak masuk akal tidak bisa diterima
oleh logika. Misalnya orang tua melarang anak perempuannya makan di
tengah pintu. “Marai ditolak joko“ (menyebabkan ditolak jejaka,Red) kata
mereka yang mempercayai mitos. Jika hal ini dipikir secara logika, apa
hubungannya antara makan di tengah pintu dengan ditolak joko sulit
mendapatkan pasangan. Maka dari itu, orang- orang zaman sekarang banyak
yang tidak mempercayainya. Padahal maksud dari mitos tersebut jika
dicermati, banyak kaitannya dengan etika dalam kehidupan kita. Jika kita
makan di tengah pintu maka ketika ada orang yang bertamu ke rumah kita,
cenderung mengurungkan niatnya.
Mitos ?
Gunung Slamet
merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Pulau Jawa. Letak
posisi Gunung Slamet ini berada di kawasan perbatasan antara tiga daerah
Kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten
Purbalingga, Tegal, Pemalang yang berada di Jawa Tengah.
"Gunung Slamet bukan gunung biasa hanya untuk didaki hanya sebagai
tempat tujuan wisata atau rekreasi, hobi atau sekedar ingin menaklukan
alam. Pendakian menuju puncak Gunung Slamet biasanya di lakukan oleh
orang yang juga memiliki tujuan yang khusus, misalnya bagi mereka yng
akan melakukan spiritual.
Maka dari itu bagi siapa saja yang akan melakukan perjalanan pendakian
Gunung Slamet harus bisa menjaga diri dengan prilaku yang tidak
melanggar norma agama, dan susila dengan perkataan dan perbuatan selama
melakukan pendakian."
Sejarah
Suatu hari saat fajar menyising setelah melaksanakan sholat subuh, Syeh
Maulana melihat cahaya misterius yang menjelang tinggi di angkasa. Rasa
ingintahu Sang Pangeran mencari sinar tersebut berasal dari arah mana
datangnyapun membuat beliau tergerak untuk menyelidiki.
Dalam penyelidikan asal usul fenomena cahaya tersebut Sang Pangeran yang
ditemani oleh pengikutnya yang sangat setia yang bernama Haji Datuk
serta ratusa pengawal kerajaan, membuat mereka berlayar menuju arah
cahaya misterius tersebut berasal.
Setelah kapal yang ditumpanginya sampai di Pantai Gresik Jawa Timur,
tiba-tiba cahaya tersebut muncul disebelah barat dan pengeran beserta
pengawal kerajaan pergi berlayar ke arah barat, dan tibalah di Pantai
Pemalang Jawa Tengah.
Di daerah pantai Pemalang Jawa Tengah Pangeran menyuruh bulu balangnya
untuk pulang ke Turki. Sementara beliau melanjutkan perjalanannya dengan
ditemani Haji Datuk dengan berjalan kaki ke arah selatan sambil
menyebarkan agama Islam.
Ketika cahyana melewati daerah Banjar, tiba-tiba beliau menderita gatal
di seluruh tubuhnya, dan penyakit gatalnya itu pun sulit disebuhkan.
Hingga suatu malam seelah menjalankan sholat tahjjud, pangeran mendapat
ilham bahwa harus pergi ke Gunung Gora.
Setibanya di lereng Gunung Gora, Pangeran meminta kepada Haji Datuk
untuk meninggalkan sendiri dan menunggu di suatu tempat yang
mengeluarkan kepulan asap. Ternyata di daerah tersebut terdapat sumber
air panas yang mempunyai tujuh buah pancuran.
Di lokasi pancuran ini lah Syeh Maulana memutuskan tinggal di lokasi
ini untuk berobat dengan mandi secara terautr di sumber air panas yang
memiliki tujuh buah mata air. Puji syukur kehadirat Alloh akhirnya
penyakit yang diderita Sang Pangeran pun sembuh total. Kemudian Syeh
Maulana pun memberi nama tempat ini menjadi Pancuran Tujuh.
Kemudian Syeh Maulana Magribi memberi gelar kepada Haji Datuk dengan
sebutan Rasuludi yang dalam bahasa Jawa nya berarti Batur Kang Adi (Abdi
yang setia). Kemudian desa tersebut dikenal dengan sebutan nama
"Baturadi", yang lama kelamaan menjadi berubah dengan anam "Baturaden"
Dari peristiwa tersebut penduduk sekitar menyebut Syeh Maulana dengan
nama Mbah Atas Angin, hal ini dikarenakan beliau (Syeh Maulana Magribi)
berasal dari negeri yang jauh. Dan karena Syeh Maulana magribi mendapat
kesembuhan penyakit gatal dan keselamatan di lereng Gunung Gora, maka
beliau mengganti nama Gunung Gore tersebut dengan nama Gunung Slamet.
Itulah seklumit cerita legenda Gunung Slamet yang saya dapatkan melalui
sumber cerita beberapa tokoh masyarakat di daerah kawaan tempat wisata
Baturaden, Brebes, Jawa Tengah. Walau secara sepintas keberadaan Gunung
Slamet yang memberikan rasa aman dan tenang selama ini di tengah-tengah
kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Ada semacam tanggapan di tengah-tengah masyarakat di sekitar wilayah ini
yang beranggapan bahwa sejak dulu Gunung Slamet walau sering menunjukan
aktifitas erupsi atau sering kita sebut "gunung yang menlakukan
aktifiats batu-batuk kecil", namun keberadaannya tetap tenang, dan hal
inilah yang menjadikan penduduk terus menamakan gunung berapi tersebut
dengan menyandang nama Gunung Slamet hingga sekarang.
Aspek (+)
Keindahan Gunung Slamet memang luar biasa, kita bisa menikmati keindahan apa yang Tuhan ciptakan.
Aspek(-)
Karena kepercayaan tersebut membuat orang menjadi syirik karena meminta sesuatu dari penghuni gunung tersebut bukan yang menciptakannya.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Mitos, Diakses pada tanggal 25 April 2016
Anonim. "mengapa orang percaya mitos". https://poedie.wordpress.com/mengapa-orang-percaya-mitos/. Diakses pada tanggal 25 April 2016.
Sejati, Kusuma Indra. "Cerita Legenda Mitos Gunung Slamet". Diakses pada tanggal 25 April 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar