Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2016

Masyarakat Desa VS Masyarakat Kota

Masyarakat DESA. Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.

Masyarakat KOTA. Warga belajar--sekalian, Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.
 
Dari pengertian diatas bisa disimpulkan, beberapa plus minus dari masyarakat kota dan desa, bahwa masyarakat desa adat dan budaya masih sangat terlihat dari kekeluargaan, masih membutuhkan satu dengan yang lain, masih hidup rukun, gotong royong dan adem tentrem tetapi untuk minusnya adalah susah dalam menerima teknlogi informasi yang berkembang bisa membutuhkan waktu yang banyak.
dan untuk masyarakat kota sebagian besar orangnya individualis, semangat bekerja untuk mencapai tujuan tertentu, waktu adalah uang, jadi unsur kebudayaan, kekeluargaan sangat kurang karena waktunya habis buat bekerja. tetapi sebagian lagi ada yang masih erat unsur kebudayaan dan kekeluargaannya.

 


Faktor urbanisasi adalah faktor kurangnya ekonomi di desa, sangat ambisius dalam mencapai tujuan tertentu, kebanyakan orang ingin sukses di kota karena perputaran uang di kota sangatlah cepat dan hampir 70% uang di kota. kurangnya pemerataan ekonomi adalah salah satu faktor urbanisasi karena upah yang sangat minim dan lapangan pekerjaan yang sangat sedikit di desa mengharuskan beberapa orang harus cari pekerjaan di kota yang butuh banyak SDM. Mungkin untuk kedepannya pemerintah dalam pemerataan ekonomi bisa mencapai tujuan, pemerintah Indonesia sedang berusaha untuk pemerataan ekonomi dan pembangunan di desa.

 
 
Sumber :
Akhmad Sholihin, Pengertian dan Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa, http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html, Diakses pada tanggal 20 Januari 2016. 

Keterkaitan Agama dan Masyarakat

Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang ati dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan relegi dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agama para tasauf.
Bukti-bukti itu sampai pada pendapat bahwaagama merupakan tempat mencari makna hidup yang final dan ultimate. Agama yang diyakini, merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosialnya, dan kembali pada konsep hubungan agama dengan masyarakat, di mana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tindakan sosial dan invidu dengan masyarakat yang seharusnya tidak bersifat antagonis.
Peraturan agama dalam masyarakat penuh dengan hidup, menekankan pada hal-hal yang normative atau menunjuk kepada hal-hal yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan.
Contoh kasus akibat tidak terlembaganya agama adalah “anomi”, yaitu keadaan disorganisasi sosial di mana bentuk sosial dan kultur yang mapan jadi ambruk. Hal ini, pertama, disebabkan oleh hilangnya solidaritas apabila kelompok lama di mana individu merasa aman dan responsive dengan kelompoknya menjadi hilang. Kedua, karena hilangnya consensus atau tumbangnya persetujuan terhadap nilai-nilai dan norma yang bersumber dari agama yang telah memberikan arah dan makna bagi kehidupan kelompok.

Ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari dalam mendiskusikan fungsi agama dalam masyarakat, yaitu kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian. Ketiga aspek itu merupakan kompleks fenomena sosial terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan sejauh mana fungsi lembaga agama memelihara sistem, apakah lembaga agama terhadap kebudayaan adalah suatu sistem, atau sejauh mana agama dapat mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Pertanyaan tersebut timbul karena sejak dulu hingga sekarang, agama masih ada dan mempunyai fungsi, bahkan memerankan sejumlah fungsi.
Manusia yang berbudaya, menganut berbagai nilai, gagasan, dan orientasi yang terpola mempengaruhi perilaku, bertindak dalam konteks terlembaga dalam lembaga situasi di mana peranan dipaksa oleh sanksi positif dan negatif serta penolakan penampilan, tapi yang bertindak, berpikir dan merasa adalah individu itu sendiri.
Teori fungsionalisme melihat agama sebagai penyebab sosial agama terbentuknya lapisan sosial, perasaan agama, sampai konflik sosial. Agama dipandang sebagai lembaga sosial yang menjawab kebutuhan dasar yang dapat dipenuhi oleh nilai-nilai duniawi, tapi tidak menguntik hakikat apa yang ada di luar atau referensi transdental.
Aksioma teori di atas adalah, segala sesuatu yang tidak berfungsi akan hilang dengan sendirinya. Teori tersebut juga memandang kebutuhan “sesuatu yang mentransendensikan pengalaman” sebagai dasar dari karakteristik eksistensi manusia. Hali itu meliputi, Pertama, manusia hidup dalam kondisi ketidakpastian juga hal penting bagi keamanan dan kesejahteraannnya berada di luar jangkauan manusia itu sendiri. Kedua, kesanggupan manusia untuk mengendalikan dan mempengaruhi kondisi hidupnya adalah terbatas, dan pada titik tertentu akan timbul konflik antara kondisi lingkungan dan keinginan yang ditandai oleh ketidakberdayaan. Ketiga, manusia harus hidup bermasyarakat di mana ada alokasi yang teratur dari berbagai fungsi, fasilitas, dan ganjaran. 
Jadi, seorang fungsionalis memandang agama sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengatasi diri dari ketidakpastian, ketidakberdayaan, dan kelangkaan; dan agama dipandang sebagai mekanisme penyesuaian yang paling dasar terhadap unsur-unsur tersebut.
Fungsi agama terhadap pemeliharaan masyarakat ialah memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat. Contohnya adalaha sistem kredit dalam masalah ekonomi, di mana sirkulasi sumber kebudayaan suatu sistem ekonomi bergantung pada kepercayaan yang terjalin antar manusia, bahwa mereka akan memenuhi kewajiban bersama dengan jenji sosial mereka untuk membayar. Dalam hal ini, agama membantu mendorong terciptanya persetujuan dan kewajiban sosial dan memberikan kekuatan memaksa, memperkuat, atau mempengaruhi adat-istiadat.
Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral, maka norma pun dikukuhkan dengan sanksi sakral. Sanski sakral itu mempunyai kekuatan memaksa istimewa karena ganjaran dan hukumannya bersifat duniawi, supramanusiawi, dan ukhrowi.
Fungsi agama di sosial adalah fungsi penentu, di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama baik antara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang mempersatukan mereka.
Fungsi agama sebagai sosialisasi individu adalah, saat individu tumbuh dewasa, maka dia akan membutuhkan suatu sistem nilai sebagai tuntunan umum untuk mengarahkan aktifitasnya dalam masyarakat. Agama juga berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya. Orang tua tidak akan mengabaikan upaya “moralisasi” anak-anaknya, seperti pendidikan agama mengajarkan bahwa hidup adalah untuk memperoleh keselamatan sebagai tujuan utamanya. Karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut harus beribadah secara teratur dan kontinu.
Masalah fungsionalisme agama dapat dianalisis lebih mudah pada komitmen agama. Menurut Roland Robertson (1984), dimensi komitmen agama diklasifikasikan menjadi :
  1. Dimensi keyakinan mengandug perkiraan atau harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu, bahwa ia akan mengikuti kebenaran ajaran-ajaran tertentu. 
  2. Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan memuja dan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secra nyata. Ini menyangkut hal yang berkaitan dengan seperangkat upacara keagamaan, perbuatan religius formal, perbuatan mulia, berbakti tidak bersifat formal, tidak bersifat publik dan relatif spontan. 
  3. Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu, yaitu orang yang benar-benar religius pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan yang langsung dan subjektif tentang realitas tertinggi, mampu berhubungan dengan suatu perantara yang supernatural meskipun dalam waktu yang singkat. 
  4. Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan bahwa orang-orang yang bersikap religius akan memiliki informasi tentang ajaran-ajaran pokok keyakinan dan upacara keagamaan, kitab suci, dan tradisi-tradisi keagamaan mereka. 
  5. Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan dan pembentukan citra pribadinya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki konsekuensi paling penting bagi agama. Akibatnya adalah masyarakat makin terbiasa menggunakan metode empiris berdasarkan penalaran dan efisiensi dalam menanggapi masalh kemanusiaan, sehingga lingkungan yang bersifat sekular semakin meluas dan sering kali dengan pengorbanan lingkungan yang sakral. Menurut Roland Robertson, watak masyarakat sekular tidak terlalu memberikan tanggapan langsung terhadap agama. Misalnya, sediktnya peranan dalam pemikiran agama, praktek agama, dan kebiasaan-kebiasaan agama.
Umumnya, Kecenderungan sekularisasi mempersempit ruang gerak kepercayaan-kepercayaan dan pengalaman-pengalaman keagamaan yang terbatas pada aspek yang lebih kecil dan bersifat khusus dalam kehidupan masyarakat dan anggota-anggotanya.
Hal itu menimbulkan pertanyaan apakahan masyarakat sekuler mampu mempertahankan ketertiban umum secara efektif tanpa adanya kekerasan institusional apabila pengaruh agama sudah berkurang.

Kerukunan umat bergama di Indonesia sudah sangat bagus kalau yang saya tahu dari informasi dan masyarakat sekitar saya, tetapi disaat kasus rohingya dan meraka tidak diterima di indonesia menurut saya kurang toleransi karena sama-sama beragama Islam, mungkin ada beberapa pendapat yang menganggap beda terhadap pandangan rohingya, untuk keseluruhan toleransi umat beragama di indonesia sudah sesuai walaupun ada beberapa oknum yang bikin kacau dalam toleransi umat beragama.

Sumber :
Karina Risaf, Agama dan Masyarakat, http://karinarisaf.blogspot.co.id/2011/01/agama-dan-masyarakat.html, diakses pada tanggal 20 Januari 2016. 

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu Pengetahuan 
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Teknologi 
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah.
Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.

Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain.

Teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari di zaman ini, betapa tidak pertumbuhan teknologi sangat cepat dan berkembang sangat pesat.  apalagi zaman globalisasi ini, informasi dan data bisa kita dapatkan dengan sangat cepat dan dalam hitungan detik kita sudah dapat informasi di seluruh dunia apa yang terjadi. Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk saling bertukar informasi, berbisnis dan melakukan hal di kehidupan masyarakat semua yang berbasis teknologi dan tentunya yang positif.

Efek negatif teknologi dari kehidupan sangat banyak, untuk saat ini masa disaat trend bisnis online yang merajalela banyak sekali oknum oknum penipuan dan banyak sekali yang sudah tertipu, di satu sisi negatif dari pornografi juga semakin luas dan mudah dalam diakses oleh masyarakat, kurangnya proteksi terhadap anak dalam teknologi juga akan berdampak buruk bagi perkembangan si anak.

Sumber :
Anonim, Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemisikinan, https://abiand.wordpress.com/tugas/8-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/, diakses pada tanggal 20 Januari 2016 

Perbedaan Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme

Prasangka 
Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Bahasa arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta tanpa timbabang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa arab “khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu.

Diskriminasi 
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia.

Etnosentrisme 
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan dipergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.

Contoh kehidupan Real 
Prasangka :
Hampir semua masyarakat pernah prasangka buruk, disaat tetangga tiba2 punya mobil mewah dengan pekerjaan yang biasa biasa aja pasti prasangka buruk bahwa korupsi atau pesugihanlah dll.
Diskriminasi :
Karena saya kerja di lingkungan IT maka saya akan memberikan contoh sedikit tentang diskriminasi warna pada handphone, untuk warna hitam cenderung lebih murah daripada warna putih. contoh lain adalah diskriminasi rohingya di myanmar.
Etnosentrisme : 
Salah satu contoh etnosentrisme di Indonesia adalah perilaku carok dalam masyarakat Madura. Menurut Latief Wiyata, carok adalah tindakan atau upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang laki-laki apabila harga dirinya merasa terusik. Secara sepintas, konsep carok dianggap sebagai perilaku yang brutal dan tidak masuk akal. Hal itu terjadi apabila konsep carok dinilai dengan pandangan kebudayaan kelompok masyarakat lain yang beranggapan bahwa menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekerasan dianggap tidak masuk akal dan tidak manusiawi. Namun, bagi masyarakat Madura, harga diri merupakan konsep yang sakral dan harus selalu dijunjung tinggi dalam masyarakat. Oleh karena itu, terjadi perbedaan penafsiran mengenai masalah carok antara masyarakat Madura dan kelompok masyarakat lainnya karena tidak adanya pemahaman atas konteks sosial budaya terjadinya perilaku carok tersebut dalam masyarakat Madura. Contoh etnosentrisme dalam menilai secara negatif konteks sosial budaya terjadinya perilaku carok dalam masyarakat Madura tersebut telah banyak ditentang oleh para ahli ilmu sosial.

Sebenarnya kita sebagai mahasiswa tidak mempunyai cukup power yang kuat untuk mencegah terjadinya ke tiga hal diatas, kita tidak bisa merubah kebudayaan yang sudah melekat dalam masyarakat. yang bisa kita lakukan adalah melakukan hal-hal yang kecil dalam lingkungan sekitar kita, yang pertama adalah selalu berfikir positif "always think positive", jangan terlalu memilih milih teman, sebenarnya saya pernah mengalami diskriminasi dari teman-teman saya dulu waktu SD, karena dahulu saya bodoh maka teman2 saya menjahui saya, apapun kepribadian dia selagi dia tidak keterlaluan maka jangan diskriminasi. untuk etnosentrisme ini memang agak ribet sih, budaya yang sudah menjamur di masyarakat.

Sumber :
Rayindha Lintang Pangesti,  Prasangka diskriminasi dan etnosentrisme, http://ilmusosialdasar-lintang.blogspot.co.id/2012/10/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme.html, Diakses pada tanggal 20 Januari 2016.
M. Yusuf Firmansyah, Pengertian dan Contoh ETNOSENTRISME di Indonesia, http://ugmyfirmansyah13.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-dan-contoh-etnosentrisme-di.html,
Diakses pada tanggal 20 Januari 2016.
 

Pranata Sosial

Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat. Pranata sosial berasal dari bahasa asing social institutions, itulah sebabnya ada beberapa ahli sosiologi yang mengartikannya sebagai lembaga kemasyarakatan, di antaranya adalah Soerjono Soekanto. Lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai himpunan norma dari berbagai tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, pranata sosial merupakan kumpulan norma (sistem norma) dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk:

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 maca yaitu Pranata yang mempunyai tujuan untuk :

  1.  Memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions
  2.  Memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup
  3.  Memenuhi kebutuhan ilmiah manusia
  4.  Memenuhi kebutuhan pendidikan
  5.  Memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan  rasa keindahan dan rekreasi
  6.  Memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam ghoib
  7.  Memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara
  8.  Mengurus kebutuhan jasmaniah manusia


Sumber :
Anonim, Pranata Sosial, http://sosiologismancis.blogspot.co.id/p/pranata-sosial-1.html, diakses pada tanggal 20 Januari 2016.
Syahmi Sajid, Pengertian pranata sosial menurut para ahli,
http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html, diakses pada tanggal 20 Januari 2016.
 
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk: memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan atau domestic institutions memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup memenuhi kebutuhan ilmiah manusia memenuhi kebutuhan pendidikan memenuhi kebutuhan ilmiah, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau alam gaib memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara mengurus kebutuhan jasmaniah manusia

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk:

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk:

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk:

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk:

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html
Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu Pranata yang memiliki tujuan untuk:

Sumber: http://ipsgampang.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-pranata-sosial-menurut-para.html

Selasa, 08 Desember 2015

Pemuda Indonesia

PEMUDA adalah tulang punggung bangsa. Pemuda adalah harapan bangsa. Pemuda adalah masa depan bangsa. Sedemikian pentingnya kedudukan dan peranan pemuda, sampai-sampai Bung Karno berucap,’’ Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” (Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia).   
  • Peranan Pemuda dalam Masyarakat
Dalam banyak pidatonya, Bung Karno juga kerap berseru,’’ Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru. Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan dengan mereka aku akan mengguncang dunia.’’ 
 
Kedudukan dan peran pemuda memang sangat vital dalam pembangunan sehingga masa depan bangsa berada di tangan mereka. Di pundak merekalah harapan dan cita-cita bangsa ini digantungkan sehingga pemuda dituntut berperan aktif dan tampil di garda terdepan pembangunan bangsa, baik fisik maupun mental spiritual atau karakter. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya.

Sebenarnya kita sebagai pemuda tidak perlu seperti pemuda-pemuda jaman dahulu yang harus berperang melawan penjajah dan mengobarkan semangat "merdeka atau mati", cukup kita instropeksi diri kita apakah kita menjadi sampah masyarakat atau bisa menjadi tumpuan masyarakat bangsa indonesia. Paling tidak jika kita tidak bisa membuat bangsa ini maju janganlah membuat bangsa ini menjadi suram. Ada sebuah pepatah yang bagus : "Nak, jika engkau lebih hebat dari ayah maka bangsa ini mengalami kemajuan dan jika engkau sama seperti ayah maka bangsa ini tidak mengalami apa2 dan jika engkau tidak hebat seperti ayah maka bangsa ini mengalami kemunduran".
  •  Peranan Saya sebagai mahasiswa di Masyarakat
Sebelum saya masuk ke gunadarma saya telah lebih dulu kuliah di Universitas Sebelas Maret Surakarta D3 Teknik Informatika FMIPA. apa saja sih yang sudah saya lakukan dulu saat saya menjadi mahasiswa. Di desa saya di tegalasri bejen karanganyar terdapat sebuah perkumpulan pemuda-pemudi bisa disebut karang taruna dengan nama "Lencana Muda" sebuah organisasi yang sudah banyak sekali mengadakan kegiatan seperti : baksos, lomba 17an, buka bersama dengan anak yatim, penyaluran zis, mengadakan acara2 keagamaan/sosial dan masih banyak lagi. 

Selanjutnya saya masuk ke organisasi E-Mailkomp yaitu sebuah perkumpulan D3 Teknik Informatika FMIPA UNS, disitu saya banyak sekali peranan di bidang IT mengadakan seminar, workshop dan EXPO TA, pada saat itu saat EXPO TA hampir semua media di solo memberitakan karya D3 TI FMIPA UNS, kemudian saya di amanahi untuk menjadi Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan dan sudah menjalin kerja sama ke Solo Techno Park, Udinus, Linux Community, Adsence Community, Solo Grand Mall dan lain sebagainya.
 
Selanjutnya saya masuk ke lingkungan yang lebih luas di luar Fakultas yaitu di Pusat Komputer UNS, yaitu memfasilitasi bidang IT civitas akademika di semua fakultas, seperti Warnet Gratis, Wifi sudah menjangkau ke semua fakultas, pelatihan IT, seminar, workshop, presentasi tentang IT. bahkan saya telah mengajar ke SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar untuk materi Web selama 1 bulan. Saya merasa senang ilmu yang saya dapatkan bisa berbagi bersama. kemudian setelah 1 tahun saya di amanahi sebagai koordinator di Pusat Komputer UNS.
 
Mungkin seperti itu gambaran peranan saya sebagai mahasiswa saat di UNS dahulu dari tahun 2009 - 2012.
 
 

Jumat, 04 Desember 2015

Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia

  •   Ilustrasi Gambar kehidupan sosial masyarakat indonesia

Bapak SBY sedang menyapa ke semua tamu yang hadir di dalam istana

  • Terlihat Bapak SBY  sedang menyapa semua tamu yang hadir dalam istana, di kepemimpinan bapak SBY pintu istana selalu terbuka bagi siapapun yang ingin bertemu dan bersilahturahmi dengan beliau. sikap ini menunjukkan bahwa keramah-tamahan sudah menjadi tradisi kehidupan sosial masyarakat indonesia.
Kehidupan Sosial Masyarakat yang ideal menurut saya :
  • Masyarakat indonesia sangat terkenal dengan keramah tamahannya, sudah dibuktikan sejak dahulu kala nenek moyang kita dan sudah beberapa negara lain yang mengakui keramah tamahan masyarakat indonesia, setiap kita bertemu dengan orang selalu sapa, senyum, bersalaman dan beramah tamah selalu menjadi kehidupan sehari-hari bahkan orang yang baru kita kenal sekalipun. kondisi tersebut membuat hati kita menjadi tentram. 
  • Saat kita bertamu di rumah saudara, kita pasti akan di suguhin beberapa hidangan kue, minuman bahkan hidangan besar, kalau orang jawa itu biasanya sungkan untuk makan dan menghabiskan beberapa makanan suguhan, tetapi beberapa orang memang adatnya harus dihabiskan untuk menghormati si punya rumah. saya pernah mengalami 2 kondisi seperti itu.
  • Masyarakat indonesia memang sangat unik di kehidupan sosialnya, akan sangat ideal jika kita bisa memahami beberapa kondisi budaya dan adat di sekitar kita dan melestarikan budaya keramah-tamahan, sapa, senyum dan saling bersalaman. its AWESOME.


Reference gambar :
http://v-images2.antarafoto.com/g-pr/1258899833/silahturahmi-dengan-media-massa-33.jpg
https://cahayaqalbi.files.wordpress.com/2010/12/silaturahmi.jpg

Sabtu, 28 November 2015

Kelompok Sosial

1. In Group dan Out Group
  • In-Group adalah kelompok social yang individu-individunya mengidenti-fikasikan dirinya dengan kelompoknya. Dalam menunjukkan In-Group-nya dalam kehidupan sehari-hari diungkapkan dengan kalimat : kelom-pok saya, group saya, dsb. 
  • Out-Group adalah kelompok social yang oleh individu-individu diartikan sebagai musuh kelompoknya atau lawan In-Group. Out-Group sering sering diungkapkan dengan istilah : kelompok mereka, group mereka, kelas mereka, dsb.
2. Primary Group dan Secondary Group
  • Primary group atau kelompok utama merupakan wadah bagi seseorang untuk mengeahui orang lain secara intim secara pribadi. Orang melakukanya lewat kontak secara langsung, bersifat pribadi dan intim secara luas. Kelompok primer merupakan kelompok kecil yang agak langgeng (permanen) yang berdasarkan saling kenal-mengenal secara pribadi diantara sesama anggotanya. Hubungan sosial cenderung cersifat informal dan rileks,misalnya : keluarga,teman akrab (sepermainan),klik dan semisalnya.
  • Secondary group ialah kelompok yang antar hubungan sosial anggota-anggotanya tidak bersifat intim,tidak saling,tetapi didasarkan atas kepentingan dan tidak secara luas. Kelompok sekunder ini terdiri dari banyak orang,sehingga hubungan sosial diantara mereka tidak usah didasarkan atas pengenalan secara pribadi dan tidak perlu intim. Kategori ini berwujud organisasi-organisasi kerja sama yang didasarkan kepada perhitungan-perhitungan tertentu serta untung rugi,kurang memperhitungkan pada bentuk-bentuk kekeluargaan yang didasarkan atas kasih saying seperti pada kelompok persahabatan,misalnya pada masyarakat modern.
3. Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft)
  • Gemeinschaft adalah hubungan yang dilakukan oleh antar individu atau kelompok yang memiliki ikatan kuat, biasanya yang memiliki ikatan darah, ideologi, atau kesamaan daerah asal. Contoh : Petemuan keluarga besar Sitompul di Bali (kedekatan ikatan darah), Pada waktu saya pergi ke Swiss saya bertemu sesama orang Jogja dan kami sangat akrab walaupun baru kenal (kedekatan kesamaan daerah asal), Pada waktu saya pergi ke Italia saya bertemu seorang muslim dan kami berbincang-bincang (kedekatan kesamaan ideologi).
  • Gesellschaft adalah hubungan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan kelompok lain untuk waktu tertentu. Contoh : Siswa yang bersekolah di SMP (hubungan antara siswa dan sekolah dalam kurun waktu tertentu yaitu 3 tahun).
4. Formal dan Informal Group
  • Menurut Soerjono Soekanto, formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Kriteria rumusan organisasi formal group merupakan keberadaan tata cara untuk memobilisasikan dan mengoordinasikan usaha-usaha demi tercapainya tujuan berdasarkan bagian-bagian organisasi yang bersifat khusus.
  • Sedangkan pengertian informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulang kali. Dasar pertemuan-pertemuan tersebut adalah kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama. Misalnya klik (clique), yaitu suatu kelompok kecil tanpa struktur formal yang sering timbul dalam kelompok-kelompok besar. Klik tersebut ditandai dengan adanya pertemuan-pertemuan timbal balik antaranggota yang biasanya hanya “antarakita” saja.
5. Kelompok Sosial yang tidak teratur (Crowd)
  • Kerumunan adalah sekelompok individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat pada waktu yang bersamaan. Ukuran utama adanya kerumunan adalah kehadiran orang-orang secara fisik. Sedikit banyaknya jumlah kerumunan adalah sejauh mata dapat melihat dan selama telingan dapat mendengarkannya. Kerumunan tersebut segera berakhir setelah orang-orangnya bubar. Oleh karena itu, kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat sementara (temporer).
6. Kerumunan
  • Kerumunan Aktif  disebabkan tidak terdapat adanya struktur organisasi, pembagian kerja dan aturan-aturan tertentu dalam suatu kerumunan, maka ia akan banyak sekali berakibat negatif atau merusak. Adanya kegelisahan dan ketegangan tertentu merupakan suatu dorongan untuk bangkitnya kerumunan aktif.
  • Kerumunan ekspresif adalah kerumunan yang didasari oleh luapan emosi yaitu disamping tanpa sasaran yang jelas juga hanya sekedar luapan emosi atau ketegangan semata. Kerumunan ekspresif biasanya tidak terlalu banyak beraksi secara kontak fisik melainkan lebih banyak menunjukkan perasaan atau sikap seperti menangis, menjerit, dan lain.
  • Kerumunan yang bersifat sementara
  1. Kumpulan yang kurang menyenangkan adalah orang-orang yang antri karcis, orang-orang yang menunggu bus, dan sebagainya. Dalam kerumunan itu kehadiran orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.  
  2. Kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik adalah orang-orang yang sama-sama berusaha menyelamatkan diri dari bahaya.  
  3. Kerumunan penonton yang terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu kejadian tertentu. Kerumunan ini hampir sama dengan khalayak penonton, akan tetapi bedanya adalah kerumunan penonton tidak direncanakan.
  • Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum
  1. Kerumunan yang bertindak emosional. Kerumunan ini bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan mempergunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 
  2. Kerumunan yang bersifat immoril. Hampir sama dengan kelompok-kelompok ekspreis akan tetapi bedanya adalah bahwa yang pertama bertentangan dengan norma-norma masyarakat. 

 
    Reference :
    Anonim, Pengertian in grour dan out group dalam kempok sosial, http://ips-mrwindu.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-in-group-dan-out-group-dalam.html, diakses pada tanggal 28 November 2015
    Hanip Fithra, Pengertian primary dan secondary dalam kelompok sosial, http://hanipsosiologi.blogspot.co.id/2013/02/b8-pengertian-primary-dan-secondary.html, diakses pada tanggal 28 November 2015
    Nugroho Cahyo, Pengertian gemeinschaft dan gesellschaft, http://nugrohocahyo.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-gemeinschaft-dan-gesellschaft.html#.VlkkBcozAhkm, diakses pada tanggal 28 November 2015
    Hefri Asra Omika, Kelompok Sosial, https://infosos.wordpress.com/kelas-xi-ips/kelompok-sosial/, diakses pada tanggal 28 November 2015
    Hanako Yoshisa, Sosiologi, Kelompok Sosial, http://hanakoyoshisa.blogspot.co.id/2014/06/sosiologi-kelompok-sosial.html, diakses pada tanggal 28 November 2015

Selasa, 17 November 2015

Individu, Keluarga, Masyarakat dan Urbanisasi

1. Teori Makna
  • Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan lebih kecil.
  • Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana diman seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadiseorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada.
  • Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut. Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Karena disini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
2. Masyarakat Industri dan Non Industri 
  • Masyarakat Industri adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari hasil teknologi modern, bentuk kongkrit masyarakat industri dapat dilihat pada negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, Jerman, Perancis dan Inggris.
  • Masyarakat Non Industri dibagi menjadi 2 :   
  1. Kelompok Primer : dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
  2. Kelompok sekunder : antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antar anggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.
3. Masyarakat Majemuk
  • Masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat di mana sistem nilai yang dianut berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya membuat mereka kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain.
4. Yang menyebabkan masyarakat cenderung melakukan urbanisasi
  • Masyarakat kota adalah sekumpulan orang yang hidup dan bersosialisasi di daerah yang mungkin bisa dikatakan lebih maju dan lebih modern dan mudah untuk mendapatkan suatu hal yang dicita-citakan. Karena masyarakat kota memiliki tingkat kegengsian yang sangat tinggi sehingga sulit untuk menemukan rasa solidaritas yang tinggi maka dari itu masyarakat kota lebih cenderung individualis, serta tingkat pemikiran, pergaulan dan pekerjaan yang hampir dapat dipastikan berbeda dengan masyarakat di desa.
  • Masyarakat desa adalah sekumpulan orang yang hidup dan bersosialisasi di daerah yang memiliki keadaan yang sangat berbeda dengan masyarakat kota. Karena  desa adalah kebalikan dari kota, tingkat solidaritas yang masih sangat tinggi, serta tingkat kegengsian yang sedikit, serta tingkat kekeluargaan yang masih ada, pergaulan, pemikiran, serta pekerjaan yang berbeda dengan kota.
  • Jika dibandingkan antara perkotaan dan pedesaan di tinjau dari segi pembangunan serta fasilitas-fasilitas umum jelas sekali terdapat perbedaan. Diperkotaan fasilitas seperti sekolah, rumah sakit, lokasi hiburan sangat banyak dan mudah di temui, sedangakan di pedesaan fasilitas-fasilitas tersebut sangat terbatas. 
  • Ketimpangan inilah yang menjadi penyebab tingginya tingkat perpindahan penduduk dari desa ke kota alias urbanisasi menunjukan adanya ketimpangan pembangunan yang telah terjadi di Indonesia. Hampir setiap tahunnya Indonesia selalu dihadapkan dengan permasalahan kebiasaan mudik. Hal ini menunjukan banyak masyarakat dari desa yang meninggalkan tempat asalnya menuju kota-besar. Bahkan, menurut catatan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), ada sekitar satu juta orang. Fenomena ini dinamakan sebagai dampak perkembangan megacities.
Reference :
http://aurisophanz.blogspot.co.id/2014/10/individu-keluarga-dan-masyarakat.html

Jumat, 06 November 2015

Ilmu Sosial Dasar 5

1. Pengertian Kebudayaan

  • Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
  • Kebudayaan=cultuur (bahasa belanda)=culture (bahasa inggris)=tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan latin : “colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.

2. Unsur unsur kebudayaan

    1.  Unsur Religi

    • Setiap kebudayaan terdapat kepercayaan yang dianut. Kepercayaan yang dianut di Indonesia ada 5, yaitu Islam, Kristen protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Dari kelima agama tersebut terdapat upacara keagamaan yang berbeda-beda. Akan tetapi untuk masyarakat yang tinggal dikota upacara keagamaan sepertinya sudah tidak dilaksanakan lagi kecuali dalam hal-hal tertentu saja. Sedangkan masyarakat yang tinggal didesa masih banyak yang melaksanakan upacara keagamaan tersebut. 

    2. Unsur Kemasyarakatan


    • Kebudayaan di Indonesia beragam sangat banyak. Terdapat masyarakat Jawa,Sunda, Batak, Bugis dsb. Dari macam-macam kebudayaan tersebut, perlu ditanamkan nilai-nilai kemanusiaan yaitu membiasakan bergaul dengan kebudayaan yang lain. Dan saling berinteraksi dengan rukun. Di Indonesia banyak terdapat kebudayaan yang harus di lestarikan bersama. Jangan kita saling  bersaing untuk kepentingan pribadi dengan kebudayaan lain, karena itusama saja kita memecah belahkan kebudayaan yang sudah ditanam oleh leluhur sebelumnya.
     

    3. Unsur Teknologi dan Peralatan

    • Teknologi semakin lama semakin luas. Karena makin banyaknya masyarakat yang hidup modern. Teknologi sangat diperlukan akan tetapi tidak untuk melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma yang berlaku.  



    4. Unsur Mata Pencaharian Hidup

    • Mata pencaharian sangat diperlukan untuk setiap masyarakat karena bermanfaat untuk memenuhi kehidupan manusia. Misalnya kaum pegawai/karyawan, kaum, petani, nelayan, pedangan. buruh dan seterusnya. Hal tersebut merupakan mata pencaharian yang harus kita tekuni. Contohnya : masyarakat yang hidup dipesisir pantai lebih banyak bermata pencaharian sebagai nelayan atau masyarakat yang hidup di perkotaan lebih banyak bermata pencaharian sebagai  pegawai kantoran.


    5. Unsur Bahasa

    • Kebudayaan yang beragam sangat berpengaruh pada bahasa yang dipakainya. Contohnya bahasa Inggris, Jerman, Italia, Sunda, Jawa, dsb. Dari banyak bahasa tersebut kita dapat mempelajarinya untuk pengetahuan yang lebih luas. Tidak hanya bahasa yang dipelajari berasal dari bahas luar negri saja, tetapi bahasa dari negri Indonesiapun perlu kita pelajari untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia.  



    6. Unsur Pengetahuan

    • Ada banyak sistem pengetahuan misalnya pertanian, perbintangan, perdagangan/bisnis, hukum dan perundang-undangan, pemerintahaan/politikdsb. Hal tersebut juga bagian dari kebudayaan. Kita wajib mempelajarinya karena dengan adanya sistem pengetahuan kita menjadi tahu dunia luar dansangat bermanfaat untuk kehidupan karena berpengaruh pada pekerjaan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak perlu semua kita pelajari cukup beberapa saja kita kuasai, maka akan banyak informasi yang kita dapat.


    7. Unsur Seni  

    • Salah satu ciri khas dari kebudayaan adalah kesenian. Banyak hal yang bisa kita pelajari mengenai kesenian. Misalnya seni sastra, lukis, musik, tari, drama, kria dan lain sebagainya. Hal tersebut bagian dari khas yang dimiliki setiap daerah maupun setiap negara. Misalnya untuk kesenian musik. Kita bisa mengetahui dan mencari musik yang khas dari setiap daerah maupun negara. Contohnya lagu-lagu daerah ampar-ampar pisang yang berasal dari Kalimantan Selatan yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut.

    3.  Sistem Budaya & Sistem Sosial

    • Sistem budaya merupakan wujud yang abstark dari kebudayaan. Sistem budaya atau cultural system merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut tidak dalam keadaan lepas satu dari yang lainnya, tetapi selalu berkaitan dan menjadi suatu sistem. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan, yang diartikan pula adat-istiadat mencangkup sistem nilai budaya, sistem norma, norma-norma menurut pranata-pranata yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan, termasuk norma agama. 
    • Pengertian Sistem Sosial Lengkap Beserta Definisi Menurut Para Ahli -  sistem sosial dapat diartikan sebagai suatu keseluruhan dari unsur-unsur sosial yang berkaitan dan berhubungan satu sama lain., dan saling pengaruh-mempengaruhi, dalam kesatuan.  

    4.  Jenis Kebudayaan di Indonesia

    • Kebudayaan adat Ngaben di Bali
    • Kebudayaan  rumah berbentuk Joglo 
    • Kebudayaan Tari Gambyong
    • Kebudayaan wayang kulit / ketoprak
    • Kebudayaan Batik
    Reference : 
    https://www.academia.edu/8129881/7_UNSUR_KEBUDAYAAN
    https://abdulaziz96.wordpress.com/2015/03/22/pengertian-kebudayaan/

    Jumat, 30 Oktober 2015

    7 Unsur Kebudayaan Universal

    Unsur kebudayaan universal dapat diartikan sebagai pemahaman yang lebih jelas mengenai kebudayaan secara keseluruhan. Karena pembahasan tentang kebudayaan sangat kompleks dan luas. Sehingga terdapat 7 unsur kebudayaan untuk lebih memudahkan kita memahami kebudayaan. Koentjaraningat menerangkan bahwa terdapat unsur-unsur kebudayaan universal seperti berikut:
            
    1. Unsur Religi 


    Setiap kebudayaan terdapat kepercayaan yang dianut. Kepercayaan yang dianut di Indonesia ada 5, yaitu Islam, Kristen protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Dari kelima agama tersebut terdapat upacara keagamaan yang berbeda-beda. Akan tetapi untuk masyarakat yang tinggal dikota upacara keagamaan sepertinya sudah tidak dilaksanakan lagi kecuali dalam hal-hal tertentu saja. Sedangkan masyarakat yang tinggal didesa masih banyak yang melaksanakan upacara keagamaan tersebut. 

    2. Unsur Kemasyarakatan


    Kebudayaan di Indonesia beragam sangat banyak. Terdapat masyarakat Jawa,Sunda, Batak, Bugis dsb. Dari macam-macam kebudayaan tersebut, perlu ditanamkan nilai-nilai kemanusiaan yaitu membiasakan bergaul dengan kebudayaan yang lain. Dan saling berinteraksi dengan rukun. Di Indonesia banyak terdapat kebudayaan yang harus di lestarikan bersama. Jangan kita saling  bersaing untuk kepentingan pribadi dengan kebudayaan lain, karena itusama saja kita memecah belahkan kebudayaan yang sudah ditanam oleh leluhur sebelumnya.
     
    3. Unsur Teknologi dan Peralatan


    Teknologi semakin lama semakin luas. Karena makin banyaknya masyarakat yang hidup modern. Teknologi sangat diperlukan akan tetapi tidak untuk melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma yang berlaku.  

    4. Unsur Mata Pencaharian Hidup

    Mata pencaharian sangat diperlukan untuk setiap masyarakat karena bermanfaat untuk memenuhi kehidupan manusia. Misalnya kaum pegawai/karyawan, kaum, petani, nelayan, pedangan. buruh dan seterusnya. Hal tersebut merupakan mata pencaharian yang harus kita tekuni. Contohnya : masyarakat yang hidup dipesisir pantai lebih banyak bermata pencaharian sebagai nelayan atau masyarakat yang hidup di perkotaan lebih banyak bermata pencaharian sebagai  pegawai kantoran.


    5. Unsur Bahasa

    Kebudayaan yang beragam sangat berpengaruh pada bahasa yang dipakainya. Contohnya bahasa Inggris, Jerman, Italia, Sunda, Jawa, dsb. Dari banyak bahasa tersebut kita dapat mempelajarinya untuk pengetahuan yang lebih luas. Tidak hanya bahasa yang dipelajari berasal dari bahas luar negri saja, tetapi bahasa dari negri Indonesiapun perlu kita pelajari untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia.  

    6. Unsur Pengetahuan

    Ada banyak sistem pengetahuan misalnya pertanian, perbintangan, perdagangan/bisnis, hukum dan perundang-undangan, pemerintahaan/politikdsb. Hal tersebut juga bagian dari kebudayaan. Kita wajib mempelajarinya karena dengan adanya sistem pengetahuan kita menjadi tahu dunia luar dansangat bermanfaat untuk kehidupan karena berpengaruh pada pekerjaan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak perlu semua kita pelajari cukup beberapa saja kita kuasai, maka akan banyak informasi yang kita dapat.


    7. Unsur Seni  

    Salah satu ciri khas dari kebudayaan adalah kesenian. Banyak hal yang bisa kita pelajari mengenai kesenian. Misalnya seni sastra, lukis, musik, tari, drama, kria dan lain sebagainya. Hal tersebut bagian dari khas yang dimiliki setiap daerah maupun setiap negara. Misalnya untuk kesenian musik. Kita bisa mengetahui dan mencari musik yang khas dari setiap daerah maupun negara. Contohnya lagu-lagu daerah ampar-ampar pisang yang berasal dari Kalimantan Selatan yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut.


    Sumber : https://www.academia.edu/8129881/7_UNSUR_KEBUDAYAAN

    Selasa, 13 Oktober 2015

    Ilmu Sosial Dasar 3


    1.  Mata kuliah pengantar ilmu sosial bersifat :
         a. memberi arahan penekanan materi seluruh ilmu-ilmu sosial
         b. memberi arahan penekanan secara global dan tidak mendalam
         c. memberi arahan penekanan pada subyek oriented menuju specialisasi
         d. memberi penekanan mataeri ilmu sosial secara terperinci

    2.  Ilmu sosial dasar adalah :
         a. ilmu yang membahan mengenai masalaha sosial dalam kehidupan masyarakat
         b. ilmu yang memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral
         c. tujuan pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi
         d. pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial yang menggunakan pengertian-pengertian ( fakta, teori, konsep) berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahian

    3. Latar belakang diberikannya ISD pada prinsipnya adalah menghindari :
         a. anggapan bahwa sistem pendidikan kita hanya mementingkan sosial science
         b. kritik terhadap sistem pendidikan kita oleh sejumlah cendikiawan
         c. anggapan bahwa sistem pendidikan kita tidak berbau kolonial
         d. a, b dan c benar

    4.  Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan memiliki tiga ketrampilan yang tidak termasuk kedalam kemampuan ini adalah ;
         a. personal                                      c. likwidasi
         b. akademis                                     d. profesional

    5.Profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan,   maksudnya adalah :
         a. para tenaga ahli diharapkan mempunyai pandangan yang luas
         b. peka terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia
         c. para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam  

            bidang profesi
         d. a, b dan c benar

    6. ISD termasuk program pendidikan umu ( MKDU ) , tujuan dari MKDU adalah untuk
         a. memperluas cakrawala perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehingga  tidak

            terbatas pada bidang pengetahuan keahlian golongan asal masing-masing
         b. memberi pemahaman kepada mahasiswa sebagai layaknya mata kuliah lain yang
            diberikan
         c. mengantarkan mahasiswa agar menjauhi masalah-masalah sosial
         d. a, b dan c benar

    7   Salah satu definisi ISD adalah ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dari pernyataan itu maka ISD itu bersifat :
         a. subject-oriented                                                  c. problem-oriented
         b. object-oriented                                                   d. humanties

    8. Ilmu pengetahuan sosial ( IPS ) merupakan :
         a. ilmu yang mempelajari manusia dan interaksinya
         b. bidang studi yagn merupakan paduan dari sejumlah mata pelajaran sosial
         c. suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di perguruan tinggi
         d. a, b dan c benar

    9.     Filsafat merupakan sumber ilmu pengeatahuan alam maupun sosial. Hakekat dari ilmu filsafat adalah mempersoalkan
    a. asal-usul ilmu pengetahuan
    b. hadup dan kehidupan manusia didunia
    c. rasa ingin tahu manusia mengenai dunia
    d. pencabangan ilmu pengetahuan
    e.penelaahan alam sekitar dan perkembangannya

    10.  Menghadapi era globalisasi, lulusan perguruan tinggi dituntut kualitasnya secara memadai. Kualitas tersebut harus terlihat dengan diperolehnya pengetahuan, sikap, tingkah laku dan tindakan sebagai cerminan kepribadian Indoensia. Perolehan-perolehan ini adalah merupakan sebgaian dari kemampuan
    A personal
    B  profesonal
    C  akademik
    D  manajerial
    E. vokasional

    11.  Lulusan perguruan tinggi perlu memiliki wawasan yang tidak terbatas pada bidang keahliannya. ISD adalah bagian dari program mata kuliah dasar umum untuk membawa mahasiswa agar
    A memiliki keahlian beragam menghadapi persaingan dunia kerja
    B menyadari posisinya sebagai calon pemimpin masa depan
    C peka,terbuka, dan ada rasa tanggungjawab terhadap masalah sekitar
    D selalu mengikuti perkembangan masalah – masalah masyarakat
    E memiliki kemampuan tinggi dalam profesinya

    12.  ISD dan pengetahuan sosial dibedakan keduanya dalam hal orientasi atas pendekatan yang dilakukan. Beda keduanya adalah :
    A isd berorientasi materi, pengetahuna sosial berorientasi multidisiplin
    B isd berorientasi materi, pengetahuan sosial berorientasi inter disiplin
    C isd berorientasi inter disiplin, pengetahuan sosial berorientasi praktis
    D isd berorientasi inter disiplim, pengetahuan sosial  berorientasi materi
    E isd berorientasi praktis, pengetahuan sosial berorientasi materi


    13. Dalam gerak penduduk, maka yang termasuk dalam gerak penduduk harian adalah :
         a. transmigrasi                                            c. emigrasi
         b. sirkulasi                                                  d. urbanisasi

    14. Penduduk didefinisikan sebagai
         a. sejumlah manusia yang mendiami suatu tempat tertentu dalam jangka waktu tertentu
         b. sejumlah mahluk hidup yang hidup benrsama dalam suatu tempat tinggal dan
            mempunyai ciri khusus
         c. sekelompok mahluk hidup yang terdiri atas sejumlah kelompok yang berbeda
         d. a, b dan c benar

    15. Kebijaksanaan kependudukan yang sering ditempuh oleh negara-negara yang sedang
          berkembang pada umumnya adalah :
         a. menghambat kecepatan pertumbuhan penduduk
         b. melaksanakan urbanisasi
         c. menghapus kemelaratan
         d. pembangunan di segala bidang

    16. Ciri utama mahluk sebagai insan sosial yang berkelompok adalah :
         a. pola hidup kita sepenuhnya ditentukan oleh kelompok
         b. mampu menentukan corak warna kelompok, dimana kita hidup
         c. menentukan kepentingan kelompok atas segala-galanya
         d. adanya ketergantungan antara yang satu dengan yang lain

    17. Kelahiran dan kematian merupakan contoh dari unsur kependudukan. Faktor dasar kependudukan ini mempunyai arti
    A perubahan penduduk karena kelahiran dan kematian
    B unsur-unsur yang mengakibatkan cepatnya laju pertumbuhan
    C faktor-faktor yang mempengaruhi peruhan penduduk
    D bagian-bagian yang terkait erat dengan penduduk dan perkembangannya
    E pengklasifikasiannya penduduk menurut umum

    18.  Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dihitung dari jumlah kelahiran per 1000 orang penduduk, misalnya 50 orang tiap 1000 per tahun. Tingkat kelahiran termasuk katagori sedang bila jumlah kelahiran
    A kurang dari 20
    B 20 - 30
    C 31 – 40
    D 41 - 50
    E lebih dari 50

    19.  Tinggi rendahnya kematian dihitung dari jumlah kematian per 1000 penduduk tiap tahun, misalnya 10 orang pertahun. Tingkat kematian penduduk suatu negara termasuk kategori tinggi bila
    A lebih dari 9
    B lebih dari 14
    C lebih dari 19
    D lebih dari 24
    E lebih dari 29

    20.  Pertambahan penduduk alami adalah pertambahan penduduk
    A yang tearjadi karena kelahiran
    B dengan menghitung jumlah bayi lahir hidup
    C yang ditentukan oleh kondisi alam tempat bermukim
    D yang memperhitungkan perpindahan penduduk antar negara
    E yang terjadi dari selisih jumlah kelahiran dan kematian

    21.  Kadang-kadang terjadi perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Salah satu perpindahan itu disebut migrasi. Perpindahan penduduk disebut migrasi apabila
    A di tempat baru ia menetap relatif cukup lama
    B perpindahan itu dimaksud untuk mencari mata pencaharian
    C ditempat baru ia memiliki tempat tinggal
    D perpindahan itu terjadi antar wilayah negara
    E perpindahan itu disertai anggota keluarga

    22.  Masalah kependudukan adalah masalah yang bersegi banyak. Sumber masalah penduduk adalah akibat dari :
    A perbedaan kebutuhan dan kepentingan masing-masing wilayah
    B adanya pertumbuhan penduduk
    C adanya perbedaan kondisi antar wilayah
    D penyebaran penduduk yang tidak merata
    E kondisi struktur penduduk yang kurang menguntungkan

    1. Pendapat Leslie yang disitat oleh Parsudi tentang pengertian masalah sosial adalah

    a.     suatu  kondisi yang mempengaruhi kehidupan sebagian esar masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan / tidak disukai sehingga dirasa perlu untuk diatasi
    b.     suatu keadaan yang tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan warga masayrakat sehingga tidak perlu diatasi
    c.     suatu kondisi dimana pengaruh kehidupan sebagian besar masyarakat sebagai sesuatu yang tidak disukai
    d.     a, b dan c benar

    24.  Kebudayaan penting peranannya dan dapat dilihat  sebagai mekanisme kontrol  bagi tindakan-tindakan sosial manusia.Tapi bukan berarti bahwa setiap pengembangan kebudayaan dalam masyarakat harus semuanya diterima. Hal ini dikarenakan :

    a.     Berkenaan dengan istem penggolongan

    b.     Berkenaan dengan nilai-nilai moral
    c.     Berkenaan dengan berbagai hal lain yang diperlukan hidupnya
    d.     A, b dan c salah