Rabu, 20 Januari 2016

Masyarakat Desa VS Masyarakat Kota

Masyarakat DESA. Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.

Masyarakat KOTA. Warga belajar--sekalian, Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.
 
Dari pengertian diatas bisa disimpulkan, beberapa plus minus dari masyarakat kota dan desa, bahwa masyarakat desa adat dan budaya masih sangat terlihat dari kekeluargaan, masih membutuhkan satu dengan yang lain, masih hidup rukun, gotong royong dan adem tentrem tetapi untuk minusnya adalah susah dalam menerima teknlogi informasi yang berkembang bisa membutuhkan waktu yang banyak.
dan untuk masyarakat kota sebagian besar orangnya individualis, semangat bekerja untuk mencapai tujuan tertentu, waktu adalah uang, jadi unsur kebudayaan, kekeluargaan sangat kurang karena waktunya habis buat bekerja. tetapi sebagian lagi ada yang masih erat unsur kebudayaan dan kekeluargaannya.

 


Faktor urbanisasi adalah faktor kurangnya ekonomi di desa, sangat ambisius dalam mencapai tujuan tertentu, kebanyakan orang ingin sukses di kota karena perputaran uang di kota sangatlah cepat dan hampir 70% uang di kota. kurangnya pemerataan ekonomi adalah salah satu faktor urbanisasi karena upah yang sangat minim dan lapangan pekerjaan yang sangat sedikit di desa mengharuskan beberapa orang harus cari pekerjaan di kota yang butuh banyak SDM. Mungkin untuk kedepannya pemerintah dalam pemerataan ekonomi bisa mencapai tujuan, pemerintah Indonesia sedang berusaha untuk pemerataan ekonomi dan pembangunan di desa.

 
 
Sumber :
Akhmad Sholihin, Pengertian dan Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa, http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html, Diakses pada tanggal 20 Januari 2016. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar