Pengertian Budaya dan Peradaban
Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya adalah
suatu pola hidup menyeluruh dan bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak
aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya
ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Indonesia merupakan negara di bagian timur yang menganut kebudayaan
timur yang pada intinya banyak bersumber dari agama. Artinya kepribadian orang
timur terletak pada hatinya. Dengan hatinya mereka menyatukan akal budi,
intuisi, intelegansi dan perasaan. Pemikiran timur lebih menekankan unsur
terdalam dalam jiwa. Macam-macam kebudayaan yang memiliki nilai timur lebih
menekankan disiplin mengendalikan diri, sederhana, tidak mementingkan dunia.
Peradaban
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization.
Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita
terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai
puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi,
sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut
dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Dengan batasan-batasan pengertian di atas maka istilah peradaban
sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan
dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian
menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Fairchild, 1980:41, menyatakan peradaban adalah perkembangan
kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
Kontjaranigrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan
unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu
pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi
kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang
maju dan kompleks.
Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi
sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat
ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran
kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau agama, yang
membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan sendirinya.
Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi
sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah maju, termasuk system IPTEK
dan pemerintahannya.
Pengaruh
Masuknya Budaya Asing Terhadap Peradaban di Indonesia
Masuknya budaya Asing ke Indonesia
Indonesia memiliki letak yang sangat strategis dan tanah yang subur
dengan kekayaan alam yang melimpah ruah. Pengalaman masa lampau menempatkan
Indonesia sebagai wilayah yang sibuk dan menjadikannya salah satu urat nadi
perekonomian yang ada di Asia Tenggara dan dunia. Hal ini menyebabkan banyak
penduduk dari negara lain datang ke Indonesia. Menurut Anthony Reid, Negara
Indonesia merupakan negara di bawah angin, karena pentingnya posisi Indonesia
di mata dunia. Keadaan geografis yang strategis inilah yang menyebabkan arus
budaya asing bebas masuk ke Indonesia. Hampir semua budaya dan etnis mulai dari
Asia sampai Eropa ada di Indonesia. Budaya yang masuk itu memperkaya sekaligus
mempengaruhi perkembangan budaya lokal yang sudah ada secara turun-temurun.
Pengaruh Budaya Asing Terhadap Peradaban di
Indonesia
Perkembangan pesat era globalisasi saat ini,
semakin menekan proses akulturasi budaya, terutama pengaruh budaya barat.
Berbagai informasi melalui media cetak dan elektronik dengan sentuhan kemajuan
teknologi modern mempercepat akses pengetahuan tentang budaya lain. Namun,
perkembangan yang dihadirkan bersamaan dengan pengaruh budaya barat menyebabkan
efek, baik positif maupun negatif. Tetapi semua itu tergantung dari cara
berfikir individu menyikapi masuknya budaya barat ke negeri ini. Unsur budaya
barat hendaknya diserap secara selektif dan hati-hati. Kemajuan orang barat di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi patut kita tiru.Karena negara-negara
barat mayoritas memiliki IPTEK yang lebih maju jika dibandingkan dengan
Indonesia. Seperti halnya dibidang pendidikan, ekonomi dan industri. Begitu
pula dengan budaya semangat kerjanya dan berprestasinya yang perlu ditiru.
Tetapi tidak semua budaya barat pantas dan layak diterapkan di Indonesia.
Seperti contohnya gaya hidup mewah dan cara berpakaian. Jika budaya yang
melanggar norma di negeri ini diimitasi tentu saja sangat tidak cocok dan
bahkan wajib untuk ditolak. Orang-orang di negara barat telah terbiasa dengan
gaya hidup mewah. Mereka sering menghabiskan uang bahkan untuk hal yang tidak
penting sekaligus jika dilihat dari kacamata orang timur. Misalnya mengoleksi
barang-barang mewah seperti contohnya yang dilakukan oleh para artis hollywood,
traveling dan membeli barang-barang bermerek. Dampak yang lebih memprihatinkan
lagi adalah cara berpakaian. Cara berpakaian orang barat jika dibandingkan
dengan orang timur sangat berbeda. Orang barat cenderung berpakaian lebih minim
dan kurang sopan jika dibandingkan dengan orang timur. Kini dampaknya banyak
remaja sekarang yang bergaya dan berpakaian seperti orang barat.
Selain budaya barat, kini yang sedang
hangat-hangatnya dan populer dikalangan masyarakat adalah budaya yang berasal
dari Korea yang disebut dengan budaya korean Pop atau yang biasa disebut dengan
budaya K-POP. K-POP seolah-olah telah menghipnotis remaja dunia bahkan di
Indonesia. Banyak remaja di Indonesia yang begitu gandrung dengan budaya ini.
Cara berpakaian, style, gaya rambut, musik bahkan Industri musik di
Indonesiapun juga ikut terpengaruhi dengan adanya boyband yang mendadak muncul.
Para remaja mulai meniru gaya ala idola mereka, bahkan tidak sedikit dari
mereka yang justru tertarik dengan budaya yang berasal dari Korea ini. Inilah
yang menimbulkan kekhawatiran, begitu mudahnya masyarakat Indonesia menerima
budaya Asing yang justru bisa menggeser peradaban asli Indonesia.
Menurut Soerjono Soekanto (1990) masuknya
budaya asing ke indonesia mempunyai pengaruh yang sangat peka serta memiliki
dampak positif dan negatif.
1.
Dampak Positif
Modernisasi
yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang terus berkembang di Indonesia
dapat merubah perekonomian indonesia dan mencapai tatanan kehidupan
bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal tersebut dihaarapkan akan
mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik batin, jasmani dan rohani.
2.
Dampak Negatif
Budaya
yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang
lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan
sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
a.
Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan
sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang tidak seimbang di bidang sosial dan
ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Artinya ada jurang pemisah yang lebar
antara si kaya dan si miskin, akibat tidak meratanya pembangunan. Apabila
jurang pemisah ini tidak segera ditanggulangi dan menimbulkan kecemburuan
masyarakat sosial yang dapat menyebabkan keresahan dalam massyarakat.
Kesenjangan sosial itu sendiri akan mengakibatkan Lahirnya kelompok kelompok
sosial tertentu seperti adanya pengamen yang banyak berkeliaran di jalanan yang
menyebabkan masyarakat terganggu dan keberadaan pengamen tersebut sering
menimbulkan masalah yang dapat meresahkan masyarakat sekitar disamping itu juga
terdapat kelompok pengangguran yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya
dan jika tidak ditanggulangi secara cepat maka akan menimbulkan kasus atau
kriminalitas
b.
Kerusakan Lingkungan Hidup
Pencemaran
yang terjadi di lingkungan masyarakat menimbulkan dampak sebagai berikut:
1) Polusi
udara, menyebabkan sesak nafas, mata pedih, dan pandangan mata kabur.
2) Polusi
tanah, menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak.
3) Polusi
air, menyebabkan air tidak bersih dan tidak sehat isi
c.
Masalah Kriminalitas
Kriminalitas
adalah perbuatan yang melanggar hukum atau hal- hal yang bersifat kejahatan,
seperti korupsi, pencurian, perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya.
Dalam kriminologi kejahatan disebabkan karena adanya kondisi dan proses- proses
sosial yang sama yang menghasilkan perilaku sosial lainnya. Artinya, terdapat
hubungan antara variasi angka kejahatan dan variasi organisasi-organisasi
sosial dimana kejahatan tersebut terjadi. sebagaimana dikatakan E.H. Sutherland
( dalam Soejono Soekamto, 1990: 367) kriminalitas (perilaku jahat) merupakan
proses asosiasi diferensial, karena apa yang dipelajari dalam proses tersebut
sebagai akibat interaksi dalam pola dan perilaku yang jahat.
d.
Kenakalan Remaja
Kenakalan
remaja adalah penyimpangan perilaku yang dilakukan generasi muda (sekelompok
remaja). Misalnya tawuran, perusakan barang milik masyarakat, penyimpangan
seksual, dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang. Kenakalan
remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor eksternal dan
internal.
1)
Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari
remaja atau keadaan pribadi remaja itu sendiri. Misalnya, pembawaan sikap
negatif dan suka dikendalikan yang juga mengarah pada perbuatan nakal. Selain
itu, kenakalan remaja dapat disebabkan karena adanya pemenuhan kebutuhan pokok
yang tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik pada
dirinya dan kurang mampunya si remaja itu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
2)
Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal
dari luar diri remaja itu artinya, berasal dari lingkungan hidup remaja
tersebut. Misalnya kehidupan keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan
media massa. Seseorangyang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung
akan memepnyai perilaku yang kurang baik dan menyimpang dari norma dan nilai
yang berada pada masyarakat. Misalnya seorang anak yang sering melihat orang
tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan karena ia tidak tahan
melihat pertengkaran orang tuanya.
C. Hal-hal
yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Pengaruh Budaya Asing
Untuk mengatasi pengaruh-pengaruh
negatif yang ditimbulkan karena adanya pengaruh budaya asing dapat kita lakukan
hal-hal seperti berikut :
1.
Memperkuat jati diri bangsa
(identitas nasional) dan memantapkan budaya nasional. Memperkokoh ketahanan
nasional sehingga mampu menangkal penetrasi budaya asing yang bernilai negatif
dan memfasilitasi adopsi budaya asing yang produktif dan bernilai positif.
2.
Pembangunan moral bangsa yang
mengedepankan nilai-nilai yang positif seperti kemandirian, amanah,
kedisiplinan, kejujuran, etos kerja, gotong royong, toleransi, tanggung jawab
dan rasa malu. Dengan aktualisasi nilai moral dan agama ,transformasi budaya
melalui adaptasi dan adopsi nilai-nilai budaya asing yang positif guna
memperkaya budaya bangsa, revitalisai dan reaktualisasi budaya-budaya lokal
yang bernilai luhur.
Peran
mahasiswa dalam kebudayaan
Kita sebagai seorang mahasiswa yang
aktif dan kreatif tentunya tidak ingin kebudayaan kita menjadi pudar bahkan
lenyap karena pengaruh dari budaya-budaya asing. mahasiswa memiliki kedudukan
dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari
oleh asumsi bahwa mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus
kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada
mereka harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan negara
bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran kultural mahasiswa
antara lain dapat dilakukan dengan pengoptimalan peran mereka dalam pelestarian
seni dan budaya daerah.
Optimalisasi peran mahasiswa dalam
pelestarian seni dan budaya daerah dapat dilakukan melalui jalur
ekstrakulikuler. Jalur ekstrakurikuler dapat dilakukan melalui keikutsertaan
mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh
berbagai pihak untuk pelestarian seni dan budaya daerah. Selain itu mahasiswa
juga bisa memanfaatkan fasilitas internet seperti Facebook, Twitter, Plurk, My
space atau Blog untuk mengenalkan budaya kita kepada dunia luar.
Contoh Kasus :
GOWA
- Seorang siswi Kelas 2 SMP, di Gowa, Sulawesi Selatan, melapor ke petugas Unit
Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Gowa, telah menjadi korban pemerkosaan
10 orang remaja saat pulang sekolah.
Delapan
di antaranya berhasil dibekuk polisi. Sementara dua orang lainnya kini dalam
pengejaran petugas. Kedelapan remaja itu diketahui berinisial SR, HN, LA, SD,
NN, NA, MH, dan HB.
Saat
digelandang petugas kepolisian ke ruang pemeriksaan, kedelapan orang remaja
yang seorang di antaranya mahasiswa ini tak kuasa menahan malu saat kamera
wartawan menyorot wajah mereka.
Aksi
pemerkosaan terjadi di rumah salah seorang pelaku, di Dusun Bonto Manai, Desa
Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, saat korban
baru pulang dari sekolahnya, pada Kamis (31/3/2016) sore.
Datu
dari sepuluh pelaku tersebut menjemput korban di depan sekolahnya dan
menawarkan untuk diantar pulang kerumahnya. Namun di tengah perjalanan, pelaku
berbalik arah dan membawa korban kerumah rekannya.
Petugas
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Gowa yang memeriksa delapan orang
remaja itu mengatakan, sebelum menggilir korban, salah seorang pelaku
memasukkan dua butir obat penenang keminuman korban.
Meski
telah menangkap delapan dari sepuluh orang pelaku, polisi kini masih melakukan
pemeriksaan dan menunggu keterangan lebih lanjut dari korban. Saat ini kondisi
korban masih dalam pengaruh obat penenang.
Atas
perbuatannya, para pelaku kini terancam Pasal 81 dan 82 KUHP tentang
Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun
penjara.
DAFTAR PUSTAKA
M.Nur. “Pengaruh Budaya Asing
Terhadap Peradaban Di Indonesia”. 01 April
2016. https://www.academia.edu/6322978/pengaruh_budaya_asing_terhadap_peradaban_di_indonesia
Reportase,
Bugma. “Minuman diberi Obat penenang, Siswi SMP Digilir 10 Remaja”. 01 April
2016. http://daerah.sindonews.com/read/1097352/192/minuman-diberi-obat-penenang-siswi-smp-digilir-10-remaja-1459444385
Tidak ada komentar:
Posting Komentar