Definisi Filsafat Ilmu
Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini
dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam
Filsafat ilmu.
Robert Ackermann: Filsafat ilmu adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan.
Lewis White Beck: Filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
Cornelius Benjamin: filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat ilmui yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.
May Brodbeck: filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafat ilmui, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.
Robert Ackermann: Filsafat ilmu adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan.
Lewis White Beck: Filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.
Cornelius Benjamin: filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat ilmui yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.
May Brodbeck: filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafat ilmui, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.
Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa
filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafat ilmuan yang ingin menjawab pertanyaan
mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun
aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari
epistemologi (filsafat ilmu pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat
ilmu.
Definisi Ilmu Pengetahuan
Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia
adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut
metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu
(Admojo,1998). Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak
berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas
pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang
non fisik, seperti metafisika.
Adapun
beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya
adalah :
Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.
Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.
Berdasarkan definisi di atas
terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan.
Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai
matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan
adalah informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme
tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan
pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat
cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan
ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian
pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka
(Supriyanto, 2003).
Pembuktian
kebenaran pengetahuan berdasarkan penalaran akal atau rasional atau menggunakan
logika deduktif. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan berpikir
rasionalisme. Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang diperoleh
tidak sesuai dengan fakta. Secara lebih jelas ilmu seperti sapu lidi, yakni
sebagian lidi yang sudah diraut dan dipotong ujung dan pangkalnya kemudian
diikat, sehingga menjadi sapu lidi. Sedangkan pengetahuan adalah lidi-lidi yang
masih berserakan di pohon kelapa, di pasar, dan tempat lainnya yang belum
tersusun dengan baik.
Sejarah Perkembangan Ilmu
Pemikiran filsafat banyak
dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pada dasarnya baik di Barat, India dan Cina
muncul dari yang sifatnya religius. Di Yunani dengan mitosnya, di India dengan
kitabnya Weda (Agama Hindu), dan di
Cina dengan Confusiusnya Di Barat mitos dapat lenyap sama sekali dan rasio yang
menonjol, sedangkan di India filsafat tidak pernah bisa lepas dengan induknya
dalam hal ini agama Hindu. Pembagian secara periodisasi filsafat Barat adalah
Zaman Kuno, Zaman Abad Pertengahan, Zaman Modern dan masa kini. Pembagian
secara periodisasi filsafat India adalah periode Weda, Wiracarita, Sutra-sutra,
dan Skolastik. Pembagian secara periodisasi filsafat Cina adalah Zaman Kuno,
Zaman Pembauran, Zaman Neo-Konfusionisme, dan Zaman Modern. Untuk sejarah
perkembangan ilmu pengetahuan disini pembahasan mengacu kepemikiran filsafat di
Barat.
Perkembangan ilmu pengetahuan
seperti sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak, melainkan terjadi
secara bertahap, evolutif. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau
tidak mau harus melakukan pembagian atau klasifikasi secara periodik, karena
setiap periode menampilkan ciri khas tertentu dalam perkembangan ilmu
pengetahuan. Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu
kepada peradaban Yunani Kuno dan diakhiri pada zaman kontemporer.
Zaman Pra Yunani Kuno
Pada masa ini manusia masih
menggunakan batu sebagai peralatan. Oleh karena itu, zaman pra Yunani Kuno
disebut juga zaman Batu yang berkisar antara empat juta tahun sampai 20.000
tahun Sebelum Masehi sisa peradaban manusia yang ditemukan pada masa ini (dalam
Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat, 1996) antara lain :
Alat-alat dari batu
Tulang belulang hewan
Sisa beberapa tanaman
Gambar di gua-gua
Tempat penguburan
Tulang-belulang manusia purba
Alat-alat dari batu
Tulang belulang hewan
Sisa beberapa tanaman
Gambar di gua-gua
Tempat penguburan
Tulang-belulang manusia purba
Pada abad ke-6 SM di Yunani muncul
lahirnya filsafat. Timbulnya filsafat ditempat itu disebut suatu peristiwa
ajaib (the greek miracle). Ada beberapa faktor yang sudah mendahului dan
seakan-akan mempersiapkan lahirnya filsafat di Yunani. Beberapa faktor tersebut
diantaranya : pada bangsa Yunani dan bangsa-bangsa sekitarnya terdapat suatu
mitologi yang kaya dan luas, Kesusastraan Yunani berupa puisi karya Homeros
yang sangat digemari oleh rakyat untuk mengisi waktu terluang dan serentak juga
mempunyai nilai edukatif, dan pengaruh ilmu pengetahuan yang pada waktu itu
sudah terdapat di Timur Kuno.
Pada zaman pra Yunani Kuno di dunia
ilmu pengetahuan dicirikan berdasarkan know how yang dilandasi pengalaman empiris.
Disamping itu, kemampuan berhitung ditempuh dengan cara one-to one correspondency atau mapping process,
Contoh, cara menghitung hewan yang akan masuk dan keluar kandang dengan
menggunakan kerikil. Namun pada masa ini manusia sudah mulai memperhatikan
keadaan alam semesta sebagai suatu proses alam. Dengan demikian lama kelamaan
mereka juga memperhatikan dan menemukan hal-hal lainnya.
Zaman Yunani Kuno
Zaman Yunani kuno dipandang sebagai
zaman keemasan filsafat, karena pada zaman ini orang memiliki kebebasan untuk
mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap
sebagai gudang ilmu dan filsafat, karena bangsa Yunani pada masa itu tidak lagi
mempercayai mitologi-mitologi. Bangsa Yunani juga tidak dapat menerima pengalaman
yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima begitu saja),
melainkan menumbuhkan sikap an inquiri attitude (suatu sikap yang senang
menyelidiki sesuatu secara kritis). Sikap belakangan inilah yang menjadi cikal
bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern. Sikap kritis inilah menjadikan bangsa
Yunani tampil sebagai ahli pikir terkenal sepanjang masa. Beberapa filsuf pada
masa itu antara lain Thales, Phytagoras. Socrates, Plato, dan Aristoteles.
Zaman Abad Pertengahan
Zaman abad pertengahan ditandai
dengan tampilnya para teolog di lapangan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan
pada masa ini hampir semua adalah para teolog, sehingga aktivitas terkait
dengan aktivitas keagamaan. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa ini adalah
ancilla theologia atau abdi agama. Namun demikian
harus diakui bahwa banyak juga temuan dalam bidang ilmu yang terjadi pada
masa ini. Periode abad pertengahan mempunyai perbedaan yang mencolok dengan
abad sebelumnya. Perberdaan itu terletak pada dominasi agama. Timbulnya agama
Kristen yang diajarkan oleh Nabi Isa as. pada permulaan abad Masehi membawa
perubahan besar terhadap kepercayaan keagamaan. Agama Kristen menjadi problem
kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran
yang sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani Kuno yang mengatakan bahwa
kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal. Mereka belum mengenal adanya
wahyu.
Zaman Renaissance
Zaman Renaissance ditandai sebagai
era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama.
Renaissance adalah zaman peralihan ketika kebudayaan abad Pertengahan mulai
berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia ingin mencapai kemajuan atas
hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Ilahi. Penemuan ilmu
pengetahuan modern sudah mulai dirintis pada zaman Renaissance. Ilmu
pengetahuan yang berkembang maju pada masa ini adalah bidang astronomi.
Tokoh-tokoh yang terkenal seperti Roger
Bacon, Copernicus, Johannes Keppler, Galileo Galilei
Zaman Modern
Zaman modern ditandai dengan
berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman
modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissance. Seperti Rene
Descartes, tokoh yang terkenal sebagai bapak filsafat modern. Rene Descartes
juga seorang ahli ilmu pasti. Penemuannya dalam ilmu pasti adalah sistem
koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X dan Y dalam bidang datar. Isaac
Newton dengan temuannya teori gravitasi. Charles Darwin dengan teorinya
struggle for life (perjuangan untuk hidup). J. J. Thompson dengan temuannya elektron.
Zaman Kontemporer
Zaman kontemporer ini ditandai
dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Teknologi canggih komunikasi dan
informasi termasuk salah satu yang mengalami kemajuan sangat pesat. Mulai dari
penemuan komputer, berbagai satelit komunikasi, internet, dan sebagainya.
Bidang ilmu lain juga mengalami kemajuan pesat, sehingga terjadi spesialisasi
ilmu yang semakin tajam. Ilmuwan kontemporer mengetahui hal yang sedikit, tetapi
secara mendalam. Ilmu kedokteran semakin menajam dalam spesialis dan
subspesialis atau super-spesialis, demikian pula bidang ilmu lain. Disamping
kecenderungan kearah spesialisasi, kecenderungan lain adalah sintesis antara
bidang ilmu satu dengan lainnya, sehingga dihasilkannya bidang ilmu baru
seperti bioteknologi yang dewasa ini dikenal dengan teknologi kloning.
Klasifikasi Ilmu
Dalam menghadapi berbagai ilmu
pengetahuan, orang akan bertanya tentang jenis ilmu pengetahuan. Dengan
perkataan lain, ilmu pengetahuan, kita golongkan menurut jenis tertentu. Hal
ini merupakan masalah klasifikasi ilmu pengetahuan karena setiap klasifikasi
menuntut suatu dasar. Dengan demikian, kita akan mempersoalkan dasar itu
dahulu. Para filosof menggolongkannya ke dalam beberapa kategori, beberapa dari
mereka membuat tingkatan-tingkatan di antara golongan-golongan ilmu tersebut.
Di antara para filosof tersebut adalah:
Robert Kilwardby membedakan ilmu menjadi ilmu yang mengupas hal-ihwal ilahi dan yang mengupas hal-ihwal manusia.
Roger Bacon membagi ilmu menjadi ilmu teologi,eksperimental dan ilmu spekulatif. Ilmu eksperimental dianggap lebih tinggi daripada ilmu spekulatif. Tetapi teologi, yang bertolak dari pengalaman batin, lebih unggul dari keduanya.
Hobbes menyatakan bahwa ilmu ada dua tipe: ilmu yang berasal dari fakta (empiris) dan ilmu yang berasal dari akal (rasio).
Tapi menurut Rene Descartes, akal budi (rasio) adalah satu-satunya sumber ilmu.
Windelband mengklasifikasikan ilmu menjadi ilmu alam dan ilmu sosial.
Adapun Klasifikasi Ilmu Pengetahuan di bagi menjadi 2 (dua), antara lain:
Klasifikasi berdasarkan Subjek
Klasifikasi berdasarkan Objek
Klasifikasi
ilmu pengetahuan berdasarkan subyek :
Terdapat berbagai jenis ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut
ini adalah klisifikasi dari ilmu pengetahuan :
Matematika
Matematika
Istilah matematika berasal dari
bahasa latin yaitu matematica. Istilah itu sendiri pada awalnya diambil dari
bahasa yunani, matematike (Mathein) yang artinya berpikir atau belajar.
Matematika timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide,
proses dan penalaran. Matematika sebagai ratu sekaligus pelayan ilmu merupakan
bentuk tertinggi dari logika. Sedangkan dipihak lain sebagai pelayan ilmu,
matematika memberikan bukan saja sistem pengorganisasian ilmu yang bersifat
logis tatapi juga menyatakan dalam bentuk model matematika. Banyak persoalan
kehidupan yang memerlukan kemempuan berhitung dan mengukur. Dan banyak persoalan
atau informasi disampaikan dengan bahasa matematika seperti diagram, grafik,
persamaan matematika ataupun tabel. Mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa
matematika justru lebih praktis, sistematis dan efisien.
Ilmu Pengetahuan Sosial (Sosial Science)
Ilmu Pengetahuan Sosial (Sosial Science)
Ilmu
Pengetahuan Sosial adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
kehidupan sosial dan menelaah masalah – masalah social yang timbul dan
berkembang, khususnya yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian
dalam lapangan ilmu-ilmu social. fenomena sosial yang tejadi dalam suatu
masyarakat tentunya mengalami berbagai perubahan. Rekaman peristiwa demi
peristiwa dalam kehidupan semakin berganti dan tak terhentikan. Kemampuan
sumber daya manusia pun dibutuhkan supaya terjadi keselarasan dalam berbagai
bidang untuk menjalani kehidupan yang semakin kompleks. Ilmu pengetahuan sosial
pun dibagi dalam beberapa klasifikasi seperti, berikut adalah beberapa contoh
klasifikasi Ilmu pengetahuan sosial :
Pengetahuan Sosial Geografi
Pengetahuan Sosial Geografi
Geografi berasal dari bahasa Yunani,
yakni geos dan graphein. Geos artinya bumi sedangkan graphein artinya tulisan.
Jadi, secara sederhana geografi bermakna tulisan atau cerita tentang bumi.
Lengkapnya geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dengan lingkungannya.
·
Pengetahuan Sosial Sejarah
Sejarah, dalam bahasa Indonesia
dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau
riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja-raja yang memerintah). Ilmu
sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di
masa lalu.
·
Pengetahuan Sosial Sosologi
Sosiologi berasal dari bahasa yunani
yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan
logos berarti kata atau berbicara. Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan
proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Menurut ahli
sosiologi lain yakni Emile Durkheim, sosiologi adalah suatu ilmu yang
mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir,
berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki
kekuatan untuk mengendalikan individu.
·
Pengetahuan sosial ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu
sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi,
distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah
"ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti
"keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan,
aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan
rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang
dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.
Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science)
IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau
sering disebut Natural Sains, dalam Bahasa Inggris “Science” adalah ilmu yang
mempelajari tentang gejala-gejala alam yang dapat dirumuskan kebenarannya
secara empiris, Para ilmuan, termasuk Sir Isaac Newton melakukan eksperimen
atau penyelidikan terhadap gejala alam. Kemudian, para ilmuan tersebut merumuskan
temuannya untuk kemajuan bidang pengetahuan dan teknologi. Beberapa ahli di
berbagai bidang merumuskan suatu definisi science yang operasional.:
Fisher
Fisher
Science
adalah kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode
yang berdasarkan observasi.
Carin
Carin
Science
adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik,yang di dalam
penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam.Perkembangan science
tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta saja, tetapi juga oleh timbulnya
metode ilmiah dan sikap ilmiah.
· Nash seorang ahli kimia,
menekanakan
bahwa science adalah suatu proses atau suatu cara untuk meneropong dunia.
·
Wigner seorang ahli fisika
mendefinisikan
science sebagai gudang / penyimpanan tentang gejala-gejala alam.
·
Bube, seorang ahli fisika
Science
adalah pengetahuan tentang dunia alamiah yang diperoleh dari interaksi indera
dengan dunia tersebut.
Klasifikasi
berdasarkan Objek
A.M. Ampere (1775-1836) mendasarkan klasifikasinya pada objek material. Berdasarkan hal itu, ia membedakan ilmu pengetahuan kosmologis yang mempersoalkan benda materi dengan ilmu pengetahuan noologis yang mempersoalkan benda rohaniah.
Auguste Comte (1798-1836) mendasarkan klasifikasinya pada objek material pula. Ia membuat deretan ilmu pengetahuan berdasarkan perbedaan objek material, yaitu:
Ilmupasti/matematika,
Ilmu falak/astronomi,
Ilmu fisika,
Ilmu kimia,
Ilmu hayat/biologi, dan
Sosiologi.
Deretan tersebut menunjukkan
perbedaan objek dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks.
Objek ilmu pasti adalah yang paling bersahaja karena hanya menyangkut angka
yang mengikuti aturan tertentu, pasti. Oleh karena itu, matematika disebut juga
ilmu pasti. Meskipun paling bersahaja, matematika juga merupakan alat bagi
segenap ilmu
pengetahuan. Sementara itu, ilmu falak menambahkan
unsur gerak terhadap matematika, misalnya kinematika. Objek ilmu alam adalah
ilmu falak atau matematika ditambah dengan zat dan gaya, sedangkan objek ilmu
kimia merupakan objek ilmu fisika ditambah dengan perubahan zat. Unsur gejala
kehidupan dimasukkan pada objek ilmu hayat. Adapun sosiologi mempelejari gejala
kehidupan manusia berkelompok sebagai makhluk sosial.
Secara garis besar ilmu dibagi
menjadi ilmu alam dan ilmu social. Rumpun ilmu yang obyeknya benda alam
denganhukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapanpun dan di mana pun, lazim
disebut ilmu-ilmu alam sedangkan rumpun ilmu yang tingkat kepastiannya tidak
setinggi ilmu eksakta, yakni ilmu yang menyangkuttindakan manusia, yang lazim
disebut ilmu-ilmu social Meskipun secara metodologis ilmu tidak membuat
perbedaan antara ilmu-
ilmu alam
dengan ilmu-ilmu sosial, namun karena permasalahan-permasalahan teknis yang
bersifat khas, maka filsafat ilmu ini sering dibagi menjadi filsafat ilmu-ilmu
alam dan filsafat ilmu-ilmu sosial. Pembagian ini lebih merupakan pembatasan masing-masing
bidang yang ditelaah, yakni ilmu-ilmu alam atau ilmu-ilmu sosial, dan tidak
mencirikan cabang filsafat yang bersifat otonom. Ilmu memang secara kefilsafatan
berbeda dari pengetahuan, namun tidak terdapat perbedaan yang asasi antara
ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial, sebab keduanya mempunyai ciri-ciri
keilmuan yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. “Klasifikasi Ilmu”. 01 April 2016. http://dokumen.tips/documents/klasifikasi-ilmu-55ab580a71470.html
Sujarwo, Bambang dan Budi Prakoso, Teguh. “Sejarah
Perkembangan Ilmu”. 01 April 2016. http://www.academia.edu/6474323/sejarah_perkembangan_ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar