Mungkin anda
merasa takut ketika berada di tempat yang tinggi? Atau rasa takut terhadap
badut? Atau tempat yang penuh sesak dengan manusia? Beberapa di antara Anda
pasti ada yang mengalami ketakutan yang berlebihan yang disebut dengan fobia.
Istilah fobia dapat diartikan sebagai rasa takut yang berlebihan dan tidak
wajar terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian tertentu, yang ditandai
dengan keinginan untuk selalu menghindari sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan
fobia dengan rasa takut biasa adalah sesuatu yang ditakuti oleh penderita fobia
biasanya bukanlah obyek yang menakutkan bagi sebagian besar orang normal.
Sehingga bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit
dimengerti.
Apabila
penderita fobia secara tidak sengaja atau terpaksa bersinggungan dengan obyek
yang ditakuti, maka akan terjadi reaksi panik, cemas, gemetar, nafas pendek dan
cepat, jantung berdebar, keringat dingin, ingin muntah, kepala pusing, badan
lemas, tidak mampu bergerak, atau bahkan sampai pingsan.
Pada kasus
fobia yang lebih parah, gejala kecemasan yang sangat hebat selalu menyertai
penderita. Penderita akan terus-menerus merasa takut walaupun disekitarnya
tidak ada obyek yang ditakutinya. Perasaan cemas bisa muncul hanya dengan
membayangkan atau mengingat obyek yang ditakuti. Penyebab fobia disebabkan
karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang
disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya akan hal tersebut kemudian
ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap
sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya fobia. Perlu kita
ketahui juga bahwa hal ini sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan
dan budaya.
Ratusan fobia berhasil diidentifikasi.
Namun, para ahli telah mengidentifikasi bahwa secara garis besar fobia dapat
dibagi menjadiagoraphobia, social phobia, dan specific
phobia.
- Claustrophobia
Yaitu ketakutan berada di tempat tertutup.
Penderita claustrophobiatidak terbiasa naik lift atau melewati
terowongan tanpa kegelisahan ekstrem. Ketakutan ini mendorong penderita mencari
tindak penyelamatan, semisal duduk di dekat pintu keluar atau membuka
jendela. Tindakan ini membuat situasi lebih mudah ditoleransi bagi
penderita, meski tidak menghilangkan rasa takut tersebut.
2. Tips Cara Mengatasi Fobia
Nah, itulah sedikit mengenai pengertian dan hal yang mengakibatkan
seseorang mengidap fobia. Untuk bisa mengatasi fobiaatau ketakutan berlebihan
ini diperlukan cara untuk mengatasinya dengan cara yang benar dan tepat.
Berikut cara yang dapat digunakan untuk mengatasi fobia ini yaitu bisa dengan
cara :
- Rasa optimis 100% bahwa ketakutan fobia ini bisa diatasi.
Jika kamu memiliki fobia terhadap sesuatu dan memiliki keinginan untuk
sembuh, kamu harus optimis bahwa kamu bisa sembuh, karena fobia termasuk
kelainan yang bisa disembuhkan.
- 2. Bantuan dan dukungan 100% dari diri sendiri dan keluarga dibutuhkan dalam rangka terapi dan penyembuhan fobia ini bisa berhasil dan juga agar berangsur-angsur kondisi ini menghilang.
Jangan malu, merasa minder atau berusaha untuk menyembunyikan fobia kamu
dari orang-orang disekitar anda, justru bantuan dan dukungan dari teman dan
keluarga adalah sesuatu yang anda butuhkan untuk dapat mengatasi dan
melewati proses penyembuhan fobia.
Dan apabila ada saudara, atau rekan anda yang mengidap fobia, jangan
mengejek atau mem-bully mereka.
- Menjalani terapi/sugesti alam bawah sadar (hipnosis) untuk mencapai hasil optimal dan permanen.
Dengan metode hipnosis, seseorang yang mengidap fobia akan dibimbing
untuk menemukan penyebab fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas
peristiwa penyebab fobia tersebut. Dengan pemahaman yang baru mengenai
peristiwa traumatis tersebut, maka fobia akan sembuh seketika dan tidak kambuh
dalam waktu yang sangat lama atau bahkan selamanya.
Referensi :
Anonim. “Fobia, Jenis dan Cara Mengatasinya”. http://lamongankab.go.id/instansi/dinkes/fobia-jenis-dan-cara-mengatasinya/.
Diakses pada tanggal 10 Mei 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar