Selasa, 10 Mei 2016

Awas Fobia Claustrophobia



Mungkin anda merasa takut ketika berada di tempat yang tinggi? Atau rasa takut terhadap badut? Atau tempat yang penuh sesak dengan manusia? Beberapa di antara Anda pasti ada yang mengalami ketakutan yang berlebihan yang disebut dengan fobia. Istilah fobia dapat diartikan sebagai rasa takut yang berlebihan dan tidak wajar terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian tertentu, yang ditandai dengan keinginan untuk selalu menghindari sesuatu yang ditakuti itu. Perbedaan fobia dengan rasa takut biasa adalah sesuatu yang ditakuti oleh penderita fobia biasanya bukanlah obyek yang menakutkan bagi sebagian besar orang normal. Sehingga bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap fobia sulit dimengerti.
Apabila penderita fobia secara tidak sengaja atau terpaksa bersinggungan dengan obyek yang ditakuti, maka akan terjadi reaksi panik, cemas, gemetar, nafas pendek dan cepat, jantung berdebar, keringat dingin, ingin muntah, kepala pusing, badan lemas, tidak mampu bergerak, atau bahkan sampai pingsan.
Pada kasus fobia yang lebih parah, gejala kecemasan yang sangat hebat selalu menyertai penderita. Penderita akan terus-menerus merasa takut walaupun disekitarnya tidak ada obyek yang ditakutinya. Perasaan cemas bisa muncul hanya dengan membayangkan atau mengingat obyek yang ditakuti. Penyebab fobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya akan hal tersebut kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya fobia. Perlu kita ketahui juga bahwa hal ini sering disebabkan oleh faktor keturunan, lingkungan dan budaya.
Ratusan fobia berhasil diidentifikasi. Namun, para ahli telah mengidentifikasi bahwa secara garis besar fobia dapat dibagi menjadiagoraphobia, social phobia, dan specific phobia.

  1. Claustrophobia

Yaitu ketakutan berada di tempat tertutup. Penderita claustrophobiatidak terbiasa naik lift atau melewati terowongan tanpa kegelisahan ekstrem. Ketakutan ini mendorong penderita mencari tindak penyelamatan, semisal duduk di dekat pintu keluar atau membuka jendela.   Tindakan ini membuat situasi lebih mudah ditoleransi bagi penderita, meski tidak menghilangkan rasa takut tersebut.


       2. Tips Cara Mengatasi Fobia
Nah, itulah sedikit mengenai pengertian dan hal yang mengakibatkan seseorang mengidap fobia. Untuk bisa mengatasi fobiaatau ketakutan berlebihan ini diperlukan cara untuk mengatasinya dengan cara yang benar dan tepat. Berikut cara yang dapat digunakan untuk mengatasi fobia ini yaitu bisa dengan cara :


  • Rasa optimis 100% bahwa ketakutan fobia ini bisa diatasi.

Jika kamu memiliki fobia terhadap sesuatu dan memiliki keinginan untuk sembuh, kamu harus optimis bahwa kamu bisa sembuh, karena fobia termasuk kelainan yang bisa disembuhkan.


  • 2.      Bantuan dan dukungan 100% dari diri sendiri dan keluarga dibutuhkan dalam rangka terapi dan penyembuhan fobia ini bisa berhasil dan juga agar berangsur-angsur kondisi ini menghilang.
Jangan malu, merasa minder atau berusaha untuk menyembunyikan fobia kamu dari orang-orang disekitar anda, justru bantuan dan dukungan dari teman dan keluarga adalah sesuatu yang anda butuhkan untuk dapat mengatasi dan melewati proses penyembuhan fobia.
Dan apabila ada saudara, atau rekan anda yang mengidap fobia, jangan mengejek atau mem-bully mereka.
  • Menjalani terapi/sugesti alam bawah sadar (hipnosis) untuk mencapai hasil optimal dan permanen.
Dengan metode hipnosis, seseorang yang mengidap fobia akan dibimbing untuk menemukan penyebab fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas peristiwa penyebab fobia tersebut. Dengan pemahaman yang baru mengenai peristiwa traumatis tersebut, maka fobia akan sembuh seketika dan tidak kambuh dalam waktu yang sangat lama atau bahkan selamanya.

Referensi :
Anonim. “Fobia, Jenis dan Cara Mengatasinya”. http://lamongankab.go.id/instansi/dinkes/fobia-jenis-dan-cara-mengatasinya/. Diakses pada tanggal 10 Mei 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar