Seorang
Auditor Memiliki Peranan penting dalam membantu perusahaan agar dapat diketahui
mengenai transparansi kinerja perusahaan. Baik transparansi terhadap laporan
keuangan, hingga kepatuhan terhadap pengendalian internal yang telah ditetapkan
oleh pihak berwenang perusahaan. Masa
sekarang, banyak sekali kerangka kerja pendukung software komputer yang
dimiliki oleh perusahaan guna mendukung kinerja serta pengendalian internal
perusahaan.
Masa
sekarang, banyak sekali kerangka kerja pendukung software komputer yang
dimiliki oleh perusahaan guna mendukung kinerja serta pengendalian internal
perusahaan. Seperti Control Objective for Information and Related Technology,
The Basel Committee on Banking Supervision’s Framework for Internal Control
Systems, dan masih banyak lagi. Penguasaan teknologi oleh pihak manajemen
juga tidak kalah pentingnya dengan pengadaan sistem kerangka kerja tersebut di
dalam perusahaan.
Salah
satu kerangka kerja yang banyak membantu auditor internal dalam mengaudit
transparansi perusahaan, serta pengendalian internal dan kepatuhan perusahaan
tersebut adalah COBIT. Control objective for information and related
technology merupakan suatu inovasi terbaru pada dunia penguasaan teknologi
(IT Governance) yang telah diterima dan diakui secara internasional.
COBIT dikembangkan oleh ISACA (Information System Audit and Control
Association) sebuah asosiasi independen yang bersifat nonprofit pada tahun
1996 dengan tujuan untuk mempermudah pengguna teknologi dalam mengelola
informasi sedemikian rupa sehingga kegiatan dari teknologi informasi itu
sendiri dapat dengan sendirinya memenuhi kebutuhan bisnis dari sebuah
organisasi yang meliputi kepatuhan, efektivitas, efisiensi, kerahasiaan,
integritas, ketersediaan, dan keandalan. Penerapan teknologi informasi yang
baik dalam keseharian dapat membantu organisasi mematuhi hukum, peraturan, dan
kontraknya dalam menjalani bisnisnya.
Audit
internal adalah sebuah aktivitas yang bersifat independen, objektif yang didesign
untuk menambah serta meningkatkan nilai dari kegiatan sebuah organisasi
(http://en.wikipedia.org/wiki/Internal_audit). Maka dari itu, proses audit
internal merupakan proses yang sangat penting dilakukan dalam suatu organisasi.
Proses
audit internal sendiri terkait dengan pemeriksaan laporan keuangan, mengenai
transparansi terjadinya perubahan proses keuangan yang terjadi pada suatu
organisasi, perubahan modal serta bertambah atau menurunnya pendapatan, juga
beban-beban apa sajakah yang diemban oleh organisasi. Tidak hanya terkait aspek
keuangan saja, tetapi proses audit internal juga dapat dimanfaatkan untuk
mengaudit tingkat kepatuhan karyawan terhadap aturan yang telah dibuat sebagai
alat pengendalian internal perusahaan juga apakah sistem yang telah dibuat oleh
perusahaan telah berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai.
Control
Objective for Information and Related Technology adalah suatu kerangka kerja teknologi pelengkap COSO (The
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) guna
mengontrol resiko yang dapat terjadi dengan memanfaatkan teknologi informasi
(Tuttle dan Vandervelde 2007). Control Objective for Information and Related
Technology pada masa kini memiliki peran penting dalam membantu perusahaan
mengatur pengendalian internal secara tersistem demi terwujudnya visi dan
misi perusahaan, serta menghindari atau meminimalisir resiko yang sekiranya dapat
terjadi.
Digunakannya
COBIT pada suatu organisasi, maka auditor internal dapat lebih mudah memantau
mengenai kegiatan yang telah dilakukan oleh karyawan terkait dengan perusahaan
tersebut. Auditor dapat lebih mudah menilai apakah sistem yang ada telah dijalankan
dengan baik atau tidak, jika tidak di mana letak kesalahannya.
COBIT mengusung tujuh ketentuan
informasi yang harus dipenuhi dalam pemrosesan informasi pada sistem COBIT,
antara lain adalah: (Tuttle dan Vandervelde, 2007
1.
Efektif (Effectiveness)
2.
Efisien (Efficiency)
3.
Terpercaya (Confidentiality)
4.
Integritas (Integrity)
5.
Tersedia (Availabality)
6.
Pemenuhan (Compliance)
7. Andal (Reliability)
Control
Objectives for Information and Related Technology (COBIT) adalah suatu panduan standar praktik bagi manajemen
yang secara internasional diterima dan merupakan standar sistem pengendalian
internal yang berbasis penguasaan teknologi informasi(IT Governance). COBIT
mencakup 210 tujuan dan memiliki 34 tahapan proses yang dikategorikan dalan
empat domain yaitu perencanaan dan organisasi, akuisisi dan implementasi,
pengiriman dan dukungan, serta monitoring dan evaluasi. COBIT digunakan untuk
mengetahui bagaimana Teknologi Informasi dapat digunakan untuk mengelola
domain, proses, dan kegiatan dari teknologi informasi itu sendiri untuk
memenuhi kebutuhan bisnis dari sebuah organisasi yang meliputi kepatuhan,
efektivitas, efisiensi, kerahasiaan, integritas, ketersediaan, dan keandalan.
Penerapan teknologi informasi yang baik dalam keseharian dapat membantu
organisasi mematuhi hukum, peraturan, dan kontraknya dalam menjalani bisnisnya.
Cobit diperkenalkan oleh ISACA pada tahun 1996.
Control
Objective for Information and Related Technology atau COBIT merupakan suatu produk hasil pengembangan
dari ISACA yang mendukung IT governance bagi pihak manajemen, pengguna
informasi , dan juga auditor pada suatu perusahaan agar dapat lebih memahami
mengenai informasi yang dihasilkan dan juga memahami mengenai bisnis yang
dijalankan, resiko yang ada, kebutuhan kontrol, serta permasalahan yang
dihadapi. Selain itu, COBIT juga dapat membantu manajer, pengguna informasi,
dan auditor dalam memanfaatkan IT Governance untuk memaksimalkan
keuntungan yang telah mereka miliki dalam bisnis mereka serta meminimalisir
resiko-resiko yang dapat merugikan mereka.
Pelaksanaannya, COBIT dapat
mendukung proses IT Governance dengan memastikan bahwa COBIT akan
menghasilkan suatu kerangka kerja yang meliputi:
a.
Teknologi Informasi Berjalan seiring dengan bisnis
b.
Teknologi Informasi Memungkinakn untuk mendukung bisnis serta memaksimalkan
keuntungan
c.
Sumberdaya Teknologi Informasi digunakan secara bertanggung jawab
d. Resiko terkait dengan
Teknologi Informasi akan dikelola secara bena
Diaplikasikannya COBIT maka perusahaan dapat
memperoleh keuntungan terkait dengan proses bisnis yang dijalani oleh
perusahaan tersebut. Keuntungan yang didapat oleh perusahaan antara lain adalah
:
a.
Bisnis dapat berjalan lebih lancar sesuai dengan tujuan
b.
Pihak manajemen dapat lebih mudah memahami IT
c.
Memperjelas kepemilikan serta tanggung jawab
d.
Dapat diterima secara umum oleh pihak ketiga serta pihak yang berwenang
e.
Dapat dimengerti oleh pemegang saham karena menggunakan bahasa awam
f. Melengkapi akan kebutuhan
dari COSO untuk mengkontrol lingkungan I.
Tahap-tahap pengujian COBIT :
Tahap Pertama
Sesuai dengan alur kerangka
kerja COBIT di atas, dapat kita lihat bahwa awal mula proses COBIT membutuhkan
informasi yang digunakan sesuai dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai.
Informasi yang disediakan harus memenuhi kriteria tertentu,yaitu :
1.
Efektif (Effectiveness)
2. Efisien (Efficiency)
3.
Terpercaya (Confidentiality)
4.
Integritas (Integrity)
5.
Tersedia (Availabality)
6.
Pemenuhan (Compliance)
7. Andal (Reliability)
Terpenuhi bentuk informasi yang
dibutuhkan maka dimulailah proses perencanaan dan pengorganisasian (Plan and
Organise) di mana dalam proses perencanaan dan pengorganisasian terdapat
langkah-langkah berikut ini
1.
Menggambarkan perencanaan strategi IT
2.
Menggambarkan jenis informasi yang ada
3.
Menentukan arah teknologi yang akan digunakan
4.
Menggambarkan proses IT, pembagian tugas
5.
Mengatur investasi IT
6.
Menginformasikan kepada manajemen
7.
Mengatur sumber daya manusia pada bidang IT
8.
Mengatur kualitas
9.
Mengatur dan menilai resiko dari IT
10. Mengatur proyek-proyek
Perlu diketahui pada tahap
perencanaan dan pengorganisasian sangat dibutuhkan perencanaan strategi IT
untuk mengatur segala sumber daya teknologi informasi yang ada agar sesuai
dengan bisnis yang dijalankan, serta sesuai dengan prioritas yang dituju.
Perencanaan strategi yang akan dijalankan sangat penting untuk dimengerti oleh
pihak pengambil keputusan serta mereka juga harus paham mengenai peluang yang
dapat digunakan serta keterbatasan dari IT tersebut. Dalam melakukan
perencanaan, harus dipastikan bahwa IT yang digunakan apakah mendukung strategi
binis yang dijalankan atau tidak, serta penguasaannya sangat diperlukan agar
terciptanya transparansi keuntungan, biaya, serta resiko yang dihadapi. Fokus
dari perencanaan yang dilakukan adalah menggabungkan antara fungsi dari sumber
daya IT yang digunakan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh manajemen terhadap
bisnis yang dijalankan bagi translasi kebutuhan bisnis menjadi penawaran
pelayanan dan pengembangan terhadap strategi yang dapat menyalurkan saran ini
yang nantinya akan menghasilkan hasil yang transparan dan efektif.
Hal ini dapat dicapai dengan
menyatukan pihak manajemen dalam menjalankan rencana startegi IT dengan
kebutuhan bisnis di masa sekarang dan yang akan datang, dengan memahami
kemampuan atau penguasaan IT pada saat ini, serta tersedianya skema prioritas
tujuan bisnis.
Tahap Kedua
Proses selanjutnya setelah Plan
and Organise adalah Acquire and Implement atau pemerolehan dan
penerapan, di mana proses dari Acquire and Implement adalah sebagai
berikut :
1.
Mengidentifikasi solusi secara otomatis
2. Memperoleh serta memelihara software
aplikasi
3.
Memperoleh dan memelihara infrastruktur teknologi
4.
Mengaktifkan penggunaan
5.
Memperoleh sumberdaya IT
6.
Mengatur perubahan
7. Memasang dan mengakui solusi
dan perubahan
Tahap Ketiga
Proses yang ketiga adalah
proses pendistribusian (Deliver and Support). Pada tahap ini, proses
yang dijalankan adalah sebagai berikut :
1.
Menentukan serta mengatur tingkatan pelayanan
2.
Mengatur layanan pihak ketiga
3.
Mengatur kapasitas serta performa
4.
Memastikan pelayanan selanjutnya
5.
Memastikan sistem pengamanan
6.
Mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya-biaya
7.
Memberi informasi serta melatih pengguna
8.
Mengatur pelayanan awal
9.
Mengatur konfigurasi
10.
Mengatur masalah-masalah
11.
Mengatur data
12.
Mengatur lingkungan fisik
13. Mengatur operasional
Tahap
Keempat
Tahapan akhir dari kerangka
kerja COBIT adalah Monitoring dan Evaluasi (Monitor and Evaluate).
proses yang terkadung dalam tahap Monior and Evaluate antara lain adalah:
1.
Memantau dan mengevaluasi performa dari IT
2.
Memantau dan mengevaluasi dari pengendalian internal
3.
Memastikan kepatuhan regulasi
4. Memastikan penguasaan IT
Kerangka kerja dari COBIT
menyajikan pernyataan kontrol yang memiliki kualitas tingkat tinggi bagi proses
melalui teknologi informasi. Kerangka tersebut mengidentifikasi bagaimana
caranya untuk memenuhi kebutuhan bisnis dengan baik dengan pernyataan kontrol
yang memungkinkan serta berlakunya daftar pengendalian pemenuhan tujuan
perusahaan.
Sistem
audit dengan menggunakan COBIT umumnya telah digunakan di negara-negara maju
seperti Amerika Serikat. Di negara Indonesia sendiri, sudah tercatat beberapa
perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN) bahkan juga dinas
kepemerintahan yang telah menggunakan COBIT dalam kegiatan usaha mereka.
Seperti contohnya PT PLN (Persero), direktorat jenderal anggaran departemen
keuangan, direktorat jendral pajak, serta PT Salim Ivomas Pratama, Tbk.
Sumber :
Priyambodo, Stefani Rosaria. Implementasi Control Objectives For Information and Related Technology Terhadap Audit Internal di Indonesia. http://ejournal.unesa.ac.id/article/8894/57/article.pdf. diakses pada tanggal 17 April 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar