Jumat, 20 November 2015

Berawal dari "Cap Cangak Ular" Menjadi PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF)


PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF) merupakan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2003) yang awalnya hanya bergerak di bisnis makanan saja dan sekarang sudah merambah ke bisnis kelapa sawit dan beras dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kepala sawit dan beras.
  
Mari kita lihat sejenak sejarah perjalanan terciptanya perusahaan ini :
  • Tahun 1959 : Cikal bakal TPS diambil dari inisial nama sang generasi pertama Tan Pia Sioe yang memiliki perusahaan bihun kering cap Cangak Ular sejak tahun 1959 di Sukoharjo, Jawa Tengah.
  • Tahun 1992 : Perseroan didirikan dengan nama PT Tiga Pilar Sejahtera oleh 3 orang yaitu: Bapak Joko Mogoginta, Bapak Budhi Istanto dan Bapak Priyo Hadisutanto. Produk utama adalah bihun kering dan mie kering. Seiring dengan meningkatnya permintaan, pada tahun 1995 Perseroan mendirikan pabrik di Karang Anyar, Jawa Tengah yang memiliki 7 lini produksi dengan kapasitas 30.000 ton per tahun.
  • Tahun 2000 : Perseroan membangun pabrik makanan terpadu seluas 25 ha di Sragen Jawa Tengah untuk penyatuan seluruh fasilitas produksi Perseroan sekaligus persiapan untuk pertumbuhan usaha di masa mendatang dengan mendirikan unit produksi mie instan pada tahun 2001.
  • Tahun 2001 : Proses produksi dilakukan di pabrik baru yang berlokasi di Sragen, unit produksi mie instant pun berdiri sejak saat itu dengan pelaksanaan proses produksi dan pemasarannya dilakukan di awal tahun 2002.
  • Tahun 2002 : Sistem manajemen dikembangkan guna memaksimalkan peningkatan produktifitas dan efisiensi berkelanjutan untuk masa yang akan datang. Dan di tahun ini Perseroan meraih sertifikasi ISO 9001:2000. Perseroan juga mengeluarkan saham tanpa HMETD dengan nilai nominal Rp. 200 per saham dan mengeluarkan Obligasi Konversi sebesar Rp. 60 miliar.
  •  Tahun 2003 : Perseroan menjadi perusahaan terbuka dengan backdoor listing yaitu mengakuisisi PT Asia Inti Selera dan melakukan Penawaran Umum Terbatas I dan mengubah nama menjadi PT Tiga Pilar Sejahtera Food,Tbk dan kode saham tetap AISA.
  • Tahun 2007 : Terjadi perubahan logo untuk menyamakan visi dan misi.
  • Tahun 2008 :
    • Melakukan Penawaran Umum Terbatas II, yang kemudian demi meningkatkan ukuran Perseroan melakukan akuisisi terhadap PMI yang bergerak di bidang makanan manis, biskuit dan snack.
    • TPSF juga menjelajahi komoditas kelapa sawit dan perkebunannya melalui  proses pengakuisisian BRI, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kalimantan Selatan.
    • Perseroan memperoleh penghargaan Bisnis Indonesia Award 2008 sebagai Emiten Industri Barang Konsumsi Terbaik dan masuk ke dalam Indeks Kompas 100 pada bulan Agustus 2008. 
  • Tahun 2009 : TPSF merayakan ulang tahun ke-50 dan juga meraih berbagai penghargaan diantaranya Top 250 Indonesia Original Brands, Excellent Brand Award, dan 100 Surviving Companies.
  • Tahun 2010 : Perseroan masuk ke bidang usaha beras dengan mengakuisisi PT. Dunia Pangan yang bergerak di bidang perdagangan beras.
  • Tahun 2011 :
    • TPSF mengakuisisi pabrik beras dan merek beras milik PT Alam Makmur Sembada. Dengan kapasitas produksi 500 ton gabah kering/hari.
    • TPSF mengakuisisi 2 fasilitas produksi biskuit dari BBP.
    • TPSF mengakuisisi Merek TARO beserta fasilitas produksinya dari PT Unilever Indonesia, Tbk
    • TPSF melalui Entitas Anaknya, PT Bumiraya Investindo melakukan joint venture dengan Bunge Agribusiness Singapore Pte Ltd
  • Tahun 2012 : Terdapat aktivitas penting korporat dengan adanya akuisisi PT Subafood Pangan Jaya di TPS Food, akuisisi PT Sukses Abadi Karya Inti di TPS Rice dan akuisisi PT Tandan Abadi Mandiri di TPS Palm Oil, sehingga diharapkan dalam masa yang akan datang TPSF melalui divisi-divisi usahanya mampu terus berkembang, berinovasi, dan terus memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi masyarakat, konsumen dan investor melalui prinsip pertumbuhan organik dan an-organik.

Apa saja sih visi misinya : 

VISI
  • Menjadi sebuah perusahaan berwawasan Nasional yang membangun Indonesia, hebat, dan sukses di "Food and related businesses" yang bereputasi dan berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
MISI

  • Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas dan inovatif yang mampu menciptakan nilai tambah untuk semua pelanggan.
  • Menjadi Perseroan yang hebat dengan cara membangun sistem jalur ganda dalam organisasi kami; “Orang yang tepat dengan sistem yang baik”.
  • Membangun budaya disiplin dan sumber daya manusia pembelajar untuk memaksimalkan kekuatan karyawan dan organisasi.
  • Memiliki kekuatan seperti perusahaan multinasional namun dengan kelincahan seperti perusahaan kecil.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan Tata Kelola Perusahaan yang baik.
  • Secara konsisten memberikan keuntungan di atas standar pasar atas dana Pemegang Saham

Struktur Organisasi :

Bagan Struktur Organisasi


Dewan Komisaris :
  • Komisaris Utama : Anton Apriyantono
  • Wakil : Kang Hongkie Widjaja 
  • Komisaris 1 : Hengky Koestanto
  • Komisaris 2 : Ridha DM Wirakusumah
  • Komisaris Independent : Bondan Haryo Winarno
Komite Audit :
  • Ketua : Anton Apriyantono
  • Anggota 1 :  Bonda Haryo Winarno
  • Anggota 2 : Subdibyo Hartanto
  • Anggota 3 : Widjojo Kusumo
Komite Nominasi dan Renumerasi :
  • Ketua : Bondan Haryo Winarno
  • Anggota 1 : Kang Hongkie Widjaja
  • Anggota 2 : Hengky Koestanto
  • Anggota 3 : Lestian Nandar
Direksi :
  • Direktur Utama : Joko Mogoginta
  • Direktur : Budhi Istanto
  • Direktur Independen : Jo Tjong Seng
Komite Manajemen Resiko & CGC :
  • Ketua : Anton Apriyantono
  • Anggota 1 : Bondan Haryo Winarno
  • Anggota 2 : Ridha DM Wirakusumah
Sekretaris Perusahaan :
  • Desilina
Internal Audit :
  • Azhery Sepestian
Fungsi Korporat dan Operasional :
  • Finance Coordinator : Sjambiri Lioe
  • Central Purchasing : Nanik Dewi Vidiana
  • Corporate Finance : Yulianni Liyuwardi
  • Corporate Controller : Hartanto Wibowo
  • Corporate HRD : Hany Gungoro
  • System & Technology : Harsinto Huang
  • Manufacturing : Hendra Adi Subrata
  • Marketing : Tani Sulaiman, Christanto Oey
  • Sales & Commercial : Tjoa Hock Wie, Casey Tan, Raimond Bing Lesnussa
  • Plantations : Idris Adlin, Kanya Lakshmi Sidarta


Jaringan Distribusi di Indonesia :



Produk-produk yang dihasilkan :
  1. Mie Kering Superior
  2. Bihun
  3. Mie Kering Premium Ayam 2 Telor
  4. Bihun Kering Premium Superior
  5. Mie Instant Mikita
  6. Bihun Instant Bihunku
  7. Biskuit Growie
  8. Permen Gulas
  9. Snack Taro, Mie Kremezz
  10. Beras
  11. Kelapa Sawit 
 




Kondisi pasar internasional yang belum stabil tidak serta merta menekan ekspor produk TPSF. Selama tahun 2014, TPSF tetap mampu melakukan pengiriman ekspor dan meningkatkan nilai dan volume ekspor produknya. Hal ini membuktikan bahwa TPSF memiliki daya saing yang kuat dan mampu menyejajarkan diri dengan berbagai produk pesaing yang telah lama dikenal masyarakat dunia. Tercatat pasar ekspor produk TPSF telah tersebar di 25 negara.

Penjualan bersih TPSF di tahun 2014 mencapai Rp. 5.139.974 juta, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp. 4.056.735 juta dari peraihan penjualan tersebut, pada akhir tahun 2014 Perseroan mencatat peningkatan laba usaha sebesar 10,85% dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp. 613.233 juta menjadi Rp. 679.748 juta. Keberhasilan memperluas jaringan pasar inilah yang mendorong peningkatan laba bersih setelah pajak sebesar 9,06% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp. 378.142 juta pada tahun 2014.

Keberhasilan kinerja Perseroan dapat kita jadikan indikator bahwa TPSF merupakan Perusahaan yang dikelola dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik / good Corporate governance. Kemampuan Perseroan memenuhi regulasi standar pangan berbagai negara khususnya eropa yang sangat ketat mengantarkan produk-produk TPSF mudah ditemukan di berbagai negara. Berbagai sertifikasi international Standar operation yang berhasil diraih juga menjadi salah satu parameter bahwa Perseroan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. 

Dari hasil pengawasan rutin, dewan Komisaris menilai bahwa Perseroan memegang teguh dan konsisten menerapkan prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi dan akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, kesetaraan dan kewajaran. Pelaksanaan GCG di Perseroan telah terbukti mampu menghasilkan citra positif dan nilai kepercayaan yang lebih dari stakeholder, pemerintah dan masyarakat.

PS Food mendorong kinerja tahun 2014 melalui implementasi 4 strategi utama yaitu jaringan distribusi luas, branding yang kuat, SDM yang berkompeten khususnya dalam hal sales & Marketing dengan dibarengi penambahan kapasitas produksi, serta produk-produk inovatif yang profitable. Perseroan fokus untuk memperluas jaringan distribusi dan mengembangkan berbagai varian produk baru.

Hingga saat ini, Perseroan memiliki sekitar 109 SKU item di bawah payung TPS Food. Perseroan juga telah memiliki jaringan distribusi sebanyak 80 group distributor yang tersebar di Pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,dan Bali serta berhasil melakukan ekspansi pasar baik di domestik dengan tetap mempertahankan posisi sebagai market leader maupun internasional. Upaya dan kerja keras Perseroan mendapatkan berbagai penghargaan dari pihak luar. 

Selama tahun 2014, Perseroan meraih 10 penghargaan baik yang bersifat umum kepada Perusahaan maupun penghargaan yang spesifik kepada produk-produk Perseroan. Selama tahun 2014, Mie KreMeZZ mengulang keberhasilannya dalam meraih dua penghargaan yaitu Top Brand for Kids in indonesia award 2014 untuk kedua kalinya dan indonesia Best Brand award 2014 untuk ketiga kalinya (predikat Best Brand gold). demikian halnya dengan Taro yang juga mendapatkan penghargaan excellent Brand award 2014 kategori Snack Kerupuk dan penghargaan Best Brand award 2014 untuk ketiga kalinya (predikat Best Brand gold).

Tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap berbagai regulasi dan pedoman tata kelola perusahaan yang telah dirumuskan menjadi salah satu kunci keberhasilan kami dalam menjalankan usaha Perseroan. Kami sangat memahami dan secara langsung merasakan bahwa pelaksanaan prinsip Tata Kelola Perusahaan atau good Corporate governance (GCG) telah membawa pertumbuhan bisnis Perseroan selalu sejalan dengan semua kepentingan pemangku kepentingan. 

Seluruh jajaran manajemen dan karyawan telah berikrar untuk melaksanakan prinsip GCG dalam setiap proses bisnis dan seluruh aspek pengelolaan Perseroan. Perseroan juga menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam setiap tingkatan secara terencana, terarah, dan terukur untuk mencapai GCG yang konsisten dan sesuai dengan praktek bisnis terbaik. 

Guna mendukung pelaksanaan GCG, Perseroan melalui TPS academy, secara konsisten melakukan serangkaian transformasi organisasi melalui sosialisasi intensif terkait dengan tujuan, visi, misi, dan value Perseroan, yaitu sosialisasi TPS Values dan TPS People We Want kepada seluruh karyawan di semua level sesuai dengan pedoman transformasi Perseroan. Kegiatan ini juga diiringi dengan serangkaian pelatihan dan workshop. Melalui rangkaian sosialisasi ini, Perseroan ingin membangun insan TPSF serta pemimpin-pemimpin TPSF yang mampu menghayati dan menjadikan nilai-nilai hakiki Perseroan sebagai pedoman dalam kegiatan Perseroan.

Dengan demikian strategi organisasi yang dilakukan oleh TPS Food melalui metode GCG telah menjamur kepada karyawannya sehingga apa yang ditargetkan melalui metode tersebut telah membuat TPS Food bisa bersaing ketat di pasar internasional.


Reference :
  • Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, 2014 Annual Report, http://www.tigapilar.com/images/annual_report/AR_2014_PT_Tiga_Pilar_Sejahtera_Tbk.pdf , diakses pada tanggal 21 November 2015
  • Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, http://www.tigapilar.com/ , diakses pada tanggal 20 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar